Breaking News:

Berita Lhokseuamwe

Giliran Oknum Guru Mengaji Pesantren An Dituntut 170 Penjara dalam Perkara Dugaan Pelecehan Seksual

Dalam perkara ini ada dua terdakwa, yakni oknum pimpinan Pesantren An berinisial Ai di Kota Lhokseumawe beserta dengan seorang guru mengajinya..

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Yusmadi
For Serambinews.com
Kedua tersangka kasus dugaan pelecehan seksual saat menaiki mobil tahanan Kejaksaan Negeri Lhokseumawe 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Mahkamah Syariah Kota Lhokseumawe, Kamis (26/12/2019) kembali menggelar sidang dugaan pelecehan seksual di Pesantren An secara tertutup, dengan agenda tuntutan.

Dalam perkara ini ada dua terdakwa, yakni oknum pimpinan Pesantren An berinisial Ai di Kota Lhokseumawe beserta dengan seorang guru mengajinya berinisial My.

Sesuai informasi yang diterima Serambinews.com, dari Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Fakhrillah, yang juga sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ini.

Sidang pertama digelar untuk oknum pimpinan, yakni Ai.

Usai sidang terhadap AI, maka dilanjutkan kepada oknum guru mengaji, yakni My.

Saat sidang dimulai, maka JPU langsung membacakan tuntutannya.

Dimana My dijerat dengan Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Jo Pasal 65 KUHP.

Dugaan Pelecehan di Pesantren An, Oknum Pimpinan Dituntut 200 Bulan Penjara, Pencabutan Hak Mengajar

Sidang Perkara Dugaan Pelecehan Seksual di Pesantren An Lhokseumawe, Besok Kedua Terdakwa Dituntut

Ini Perkembangan Sidang Perkara Dugaan Pelecehan Seksual di Pesantren An Lhokseumawe

Sehingga JPU pun pertama menuntut My dengan hukuman penjara selama 170 bulan.

Lalu hukuman takzir tambahan berupa pencabutan izin dan hak untuk mengajar pada lembaga pendidikan dayah atau pasantren selama 194 bulan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved