Berita Aceh Jaya

Terkait Meninggalnya Ibu dan Anak, YARA: Minta Pemkab Aceh Jaya Tegas dan Usut Tuntas

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Barat Selatan Aceh Jaya meminta pemkab Aceh Jaya mengambil langkah tegas terkait persoalan yang terjadi beberapa..

Terkait Meninggalnya Ibu dan Anak, YARA: Minta Pemkab Aceh Jaya Tegas dan Usut Tuntas
SERAMBINEWS.COM/RISKI BINTANG
Koordinator YARA, Hamdani. 

Terkait Meninggalnya Ibu dan Anak, YARA: Minta Pemkab Aceh Jaya Tegas, dan Usut Tuntas

Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Barat Selatan Aceh meminta pemkab Aceh Jaya mengambil langkah tegas terkait persoalan yang terjadi beberapa waktu lalu hingga menyebabkan ibu dan anak meninggal dunia serta adanya dokter spesialis yang tidak masuk dinas tepat waktu.

"Terkait persoalan yang tejadi di Rumah sakit Aceh Jaya perlu ada tindakan tegas dari pihak terkait, karena di Aceh Jaya yakni di Rumah Sakit Umum Teuku Umar Calang sudah beberapa kali kejadian sehingga merugikan pasien termasuk dugaan malpraktek beberapa waktu yang lalu,  bahkan sempat dibahas oleh DPRK,”  kata Koordinator YARA, Hamdani.

Hamdani melanjutkan, sebagaimana pernyataan yang disampaikan oleh Bupati Aceh Jaya dimana petugas piket tidak boleh keluar saat piket, baik dokter maupun perawat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan apalagi kejadian fatal seperti itu.

"Perlu diungkap dan diusut apakah ada pelanggaran SOP atau terkait peraturan perundangan lainnya sebab dokter spesialis dibayar mahal, jadi harus disiplin jangan lalai, apalagi tidak berada di tempat saat piket,” terangnya.

Menurutnya, jika dalam kondisi berhalangan juga ada mekanisme yang harus dijalankan agar tidak kosong petugas piket pada waktu tersebut.

Dr H Aslam Nur MA Dilantik Menjadi Rektor Unmuha Aceh

Kesalahan Lokasi Ujian SKD CPNS Abdya di Sistem Portal BKN Sudah Diperbaiki

Kampus Unsyiah di Bener Meriah Segera Diisi Mahasiswa Diploma Pertanian

“Kan ada mekanismenya jangan sampai kosong, karena kita tidak tau kapan orang sakit, kapan orang memerlukan perwatan karena itu semua tidak bisa di prediksi makanya rumah sakit selalu on 24 jam,  otomatis full tidak ada hari libur. Kami maklumi tugas seorang dokter itu berat,  banyak pertimbangan baik keluarga maupun pasien, namun itu semua ada tanggungjawab masing-masing,” ujarnya. 

Hamdani menegaskan, jika tidak ada sanksi tegas yang diberikan oleh Pemda Aceh Jaya maka dikuawatirkan hal serupa akan terulang lagi.

"Pemkab Aceh Jaya khususnya dinas kesehatan harus mengevaluasi manajemen rumah sakit Teuku Umar. Bupati harus ambil sikap jangan sampai gara-gara ada petugas tidak disiplin menyebabkan pihak lain dirugikan,” ujarnya.

Dalam kasus ini, ia menilai pernyataan rumah sakit saat melakukan mediasi dengan pihak keluarga ibu dan anak tersebut dengan mengiyakan permintaan pihak keluarga sudah menjadi sebuah bahasa konfirmasi jika ada kesalahan yang dilakukan oleh rumah sakit dalam kasus tersebut.

DPRK Aceh Tenggara Ajak DPRK Aceh Selatan Dorong Pembukaan Jalan Tembus Aceh Selatan-Aceh Tenggara

“Saya baca di salah satu media, jika Wakil Bupati Aceh Jaya, Tgk. Yusri, Selasa 14 Januari 2020, telah melakukan mediasi antara kedua belah pihak. Sehingga mendapatkan titik temu, dengan kesepakatan damai secara kekeluargaan, yaitu pihak manajemen akan mengambil tindakan tegas sesuai permintaan Bodrex, untuk memberhentikan empat orang perawat bakti yang saat itu menangani istrinya,” ungkapnya

“Terkait tindakan tersebut kami menanggapi bahwa dalam kasus meninggalnya ibu dan bayi tersebut pihak rumah sakit sudah mengakui adanya pelanggaran sebab empat perawat bakti akan diberhentikan, kenapa mesti perawat bakti, padahal saat itu dokter tidak ditempat,” tambahnya

Untuk itu, pihaknya berharap agar kasus meninggalnya ibu dan anak tersebut dapat diusut hingga ke akarnya dan jangan mengambil tindakan tegas dan hanya dijatuhkan kapada orang kecil dan mengabaikan oknum yang melanggar SOP.

"Pemerintah harus bertanggung jawab, panggil dokter spesialis. Karena mereka di gaji untuk melayani pasien,” tutupnya.(*)

Tingkatkan Populasi, Pemerintah Rusia Siapkan Rp 100 Juta Bagi Warga yang Melahirkan

Rencana Menikah, Pria Ini Malah Jual Calon Istri di Facebook, Ngaku Ingin Berhubungan Badan Bertiga

Marisa Padila, Gadis Kopi, Menapaki Mimpi

Penulis: Riski Bintang
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved