Berita Bener Meriah

Pembebasan Lahan Pembangunan Bendungan Keureuto di Bener Meriah, Ini Kata Kadis Pertanahan

Pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Kreureuto yang masuk ke wilayah Kabupaten Bener Meriah, kini sudah ke tahap sosialisasi pembebasan lahan.

Pembebasan Lahan Pembangunan Bendungan Keureuto di Bener Meriah, Ini Kata Kadis Pertanahan
SERAMBINEWS.COM/ BUDI FATRIA
Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Bener Meriah, Mahfudah SH MH. 

Pembebasan Lahan Pembangunan Bendungan Keureuto di Bener Meriah, Ini Kata Kadis Pertanahan

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG – Pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Kreureuto yang masuk ke wilayah Kabupaten Bener Meriah, kini sudah ke tahap sosialisasi pembebasan lahan.

Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Bener Meriah, Mahfudah SH MH, saat dikonfirmasi Serambinews.com diruang kerjanya, Senin (20/1/2020) mengatakan, setelah adanya keputusan Gubernur Aceh, Nomor 590/1770/2019 tentang pendelegasian kewenangan kegiatan pengadaan tanah untuk pembangunan Bendungan Kreureuto di Kabupaten Bener Meriah tahun 2019 yang ditandatangani oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, diterima pihaknya pada bulan Desember 2019.

“Dalam SK tersebut, pembebasan lahan harus sudah rampung dikerjakan dalam jangka waktu tiga bulan,” kata Mahfudah.

Kawasan yang diperkirakan terimbas untuk pembebasan lahan pembangunan Bendungan Kreureuto itu diperkirakan di Kecamatan Mesidah dan Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah.

“Untuk saat ini masih tahap sosialisasi, dalam waktu dekat, kita akan turun ke lapangan untuk melihat objek dimana yang terkena imbas dan siapa pemiliknya, kita belum ketahap kawasan tersebut masuk ke Kecamatan mana, maupun ke Kampung mana,” sebutnya.

Wartawan Antara Dikeroyok di Meulaboh, Akrim Cs Bantah Pukul Korban, Tidak Ada Kaitan dengan Berita

Kakek dan Neneknya Ditahan Kejari Pidie, Rina Mutia Harus Batalkan Beasiswa Hafiz

Bela Pelajar yang Bunuh Begal Karena Mau Perkosa Pacarnya, Hotman Paris: Halo Bapak Presiden Jokowi

Lanjut Mahfudah, sampai saat ini, kita masih fokus, siapa pemilik lahan yang terkena imbas pembebasan, kita sesuaikan hak milik yang mereka miliki dengan peta lokasi.

Mahfudah menambahkan, untuk luas lahan di Bener Meriah yang terkena imbas, saat pihanya konfirmasi ke Balai Wilayah Sungai Sumatera-I, mengatakan areal luas159 hektare, namun setelah kita cek ke lapangan seluas 170 hektare lebih.

“Masalah yang mana yang terkenan pembebasan nantinya itu urusan BPN yang tahu, tugas kami menetapkan lokasinya, ini pemiliknya, dan yang lain itu urusanya BPN,” ujar Mahfudah.

Disebutkanya, kalau memang nantinya ada masyarakat yang berselisih, karena ini proyek strategis nasional, mau tidak mau akan tetap dilaksanakan, uang ganti rugi lahan bisa dititipkan di pengadilan. “Uang mereka tetap tersimpan utuh, kalau mau ambil silahkan,” pungkasnya.(*)

Pasca Penggerebekan Pengoplos BBM, Masyarakat Diminta Waspada

Djulaidi Jabat Plt Kakanwil Kemenag Aceh, Ini Posisi Tugas Sebelumnya

RSUD Datu Beru Takengon Tambah Jumlah Tempat Tidur, Ini Tujuannya

Penulis: Budi Fatria
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved