Breaking News:

Berita Banda Aceh

Ini Dampak Penggunaan Alat Jammer Menurut Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) Aceh, M Jamil, mengungkapkan ada sejumlah dampak dari penggunaan jammer..

Penulis: Misran Asri | Editor: Jalimin
KOLASE SERAMBINEWS.COM
Kolase foto ketua Prodi Pendidikan Teknik Elektro UIN Ar-Raniry tahun 2016-2018, Dr Silahuddin MAg, dan alat Islamic Jammer, karya dua mahasiswa yang dibimbingnya. 

Hal dimaksud dilakukan agar tidak dampak alat jammer itu tidak melebar kemana-mana dan berimbas menggangu pihak lainnya di luar LP.

Suami Saksikan Istri Berhubungan Intim dengan Pria Lain, Patok Tarif 2,5 Juta Sekali Kencan

“Khusus untuk LP, memang sudah ada MoU antara Menteri Kominfo dan Menteri  Kemenkumham. Setelah itu alat jammer itu bisa dipasang, itu pun di lapas-lapas tertentu atas izin Kominfo,” sebut Plt Kepala Balmon Aceh ini.

Ia pun menerangkan, ketika pihaknya mengamankan alat Islamic Jammer UIN Ar-Raniry tersebut , alat block sinyal handphone itu sudah dalam kondisi rusak, sehingga pihaknya tidak dapat menguji coba dan tahu sejauh mana jangkauannya.

“Seperti kami sampaikan jammer itu diamankan dari UIN Ar-Raniry bukan obsesi kita ingin menguasai. Tapi, pelarangan itu sudah tertera dalam undang-undang negara kita ini,” sebut Jamil.

Bahkan pada waktu jammer itu akan diamankan, pihaknya sudah menjelaskan secara detail dasar pelarangannya, sampai kepada dampak yang ditimbulkan kepada para mahasiswa. Di samping ada wakil rektor UIN pada saat itu pembantu dekan pun ikut dan tidak ada gejolak apa-apa saat itu.

Kejuaraan Karate Se-Aceh di Lhokseumawe, Lamkari Langsa Pimpin Perolehan Medali Sementara

“Mereka rata-rata juga baru kalau penggunaan jammer itu dilarang. Tapi, seiring ada gejolak dan pihak UIN Ar-Raniry sudah ke Balmon Aceh, sehingga kami sudah mengembalikan,” ungkap Jamil.

Karena permintaan pengembalian jammer itu datang dari perwakilan UIN, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tak diharapkan, ungkap Plt Kepala Balmon ini, maka secara otomatis menjadi tanggung jawab penuh dari pihak kampus.

“Tranceiver dan alat dukung jammer yang sempat diamankan oleh Balmon, sudah diserahkan kembali ke UIN Ar-Raniry melalui Wakil Dekan 1 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Bapak Chalis MAg dan dijamin melalui surat pernyataan di atas materai 6000 yang diserahkan ke Balmon,” sebut Jamil.

Ia pun kembali menerangkan Balmon mempunyai tugas pengawasan dan pembinaan, di samping pengendalian di bidang penggunaan spektrum frekuensi radio, meliputi pengamatan, deteksi sumber pancaran.

Lalu monitoring, penertiban, evaluasi, pengujian ilmiah, pengukuran, dan koordinasi, sehingga menggamankan alat Islamic Jammer tersebut dari UIN Ar-Raniry.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved