Arab Saudi Larang Warga Bepergian Selama 24 Jam, Yang Melanggar Didenda Hingga Rp 86 Juta

Kebijakan tersebut resmi dibuat pada Senin kemarin. Sementara itu larangan ini tidak berlaku untuk para pekerja di sektor vital, seperti pekerja medis

SHUTTERSTOCK
Pemandangan kota Riyadh, Arab Saudi, di waktu malam. 

Laporan Wartawn Grid.ID, Novia Tri Astuti

SERAMBINEWS.COM - Baru-baru ini Arab Saudi kembali menerapkan kebijakan terkait aturan dan larangan.

Sejak wabah virus corona semakin meningkat dan menyebar luas, pemerintah Arab Saudi akhirnya membuat larangan berpergian selama 24 jam.

Kebijakan tersebut resmi dibuat pada Senin (6/4/2020) kemarin.

Sementara itu larangan ini tidak berlaku untuk para pekerja di sektor vital, seperti pekerja medis.

Mereka masih diperbolehkan berpergian dan mengikuti peraturan perusahaan terkait.

Terkait larangan pergi 24 jam, pemerintah Arab Saudi membuat kebijakan terlampir dalam bentuk grafis.

Dikutip Grid.ID dari Instagram resmi KBRI Riyadh, Kamis (10/4/2020), larangan pertama menyebutkan, untuk seluruh penduduk kota Riyadh, Tabuk, Dammam, Dahran, Hofuf, Jeddah, Taif, Qatif dan Khobar untuk tidak keluar 24 jam kecuali karyawan publik/swasta.

Terinfeksi Covid-19, 100 Dokter di Italia Meninggal, Pemerintah Persiapkan Fase Dua Wabah

Dianggap Terlalu Sering Buat Kontroversi, ICW Desak Jokowi Copot Yasonna Laoly sebagai Menkumham

Viral Lagu Corona Bimbo 30 Tahun Lalu, Begini Penjelasan Keluarga

Namun penduduk tetap diizinkan untuk keluar sekedar membeli kebutuhan sembako dan kebutuhan kesehatan.

Namun hal ini tetap harus dilakukan di dalam di wilayahnya sendiri pada pukul 06.00-15.00 waktu setempat.

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved