Bersama Lawan Corona

Redam Gejolak, Yayasan Beudoh Gampong Minta Pemerintah Perkuat Jaring Pengaman Sosial

"Apabila terlambat menangani wabah ini akan berdampak munculnya krisis kesehatan, gelombang PHK, kelaparan, krisis sosial bahkan krisis politik."

Dok YBG/For Serambinews.com
Pengurus dan Pembina Yayasan Beudoh Gampong (YBG), dari kiri ke kanan, Ir TM Zulfikar, Dr Teuku Safir Iskandar Wijaya, Dr Azwar Abubakar, Prof Yusny Saby, dan Prof Teuku Abdullah Sanny. 

"Apabila terlambat menangani wabah ini akan berdampak munculnya krisis kesehatan, gelombang PHK, kelaparan, krisis sosial bahkan krisis politik."

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Yayasan Beudoh Gampong (YBG) mengingatkan Pemerintah Daerah agar memfokuskan anggaran untuk memperkuat Jaring Pengaman Sosial (JPS) guna menahan munculnya berbagai gejolak dan krisis pada masa pandemi Covid-19.

Penegasan tentang pentingnya penguatan JPS merupakan salah satu dari lima butir rekomendasi YBG yang disampaikan kepada Pemerintah Aceh serta Pemerintah Kabupaten/Kota se- Aceh menyikapi berbagai dampak  yang ditimbulkan akibat pandemi global Covid-19.

Ketua Umum YBG, Prof Dr Eng Ir Teuku Abdullah Sanny MSc didampingi Sekretaris Umum-nya, Ir TM Zulfikar MP kepada Serambinews.com mengatakan, YBG menyadari betapa besarnya tantangan yang dihadapi masyarakat Aceh dengan adanya wabah corona ini.

Menurut Abdullah Sanny, YBG telah melakukan rapat dan diskusi virtual dengan seluruh anggota berdarah Aceh yang tersebar di seluruh dunia untuk menyikapi kondisi yang sedang terjadi.

Menurutnya, ada kekhawatiran apabila terlambat menangani wabah ini akan berdampak luas, mulai krisis kesehatan, gelombang PHK, pengangguran, krisis kelaparan, krisis sosial, sampai bisa saja terjadi krisis politik.

Angin dan Gelombang Tinggi Dera Aceh Singkil, Nelayan tak jadi Melaut

Staf RSUD Pijay Diduga Meninggal 13 Hari Lalu Sebelum Ditemukan, Polisi: Tidak Ada Kekerasan Fisik

Jenazah ABK Indonesia Dibuang di Tengah Laut, Kemlu RI Akan Panggil Duta Besar China

Terhadap kondisi ini, YBG turut prihatin dan berpartipasi aktif dalam segala bidang kehidupan dengan merekomendasikan agar Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Aceh dapat melakukan hal serius dan fokus, sebagai berikut:   

1.   Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Aceh agar memperhatikan dan mengakomodasi saran-saran para ilmuwan terkait dan para ulama dalam mengimplementasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sepenuhnya secara konsisten, tegas dengan sanksi jelas agar dapat memberikan kepastian kebijakan penanganan wabah Covid-19 termasuk mencegah tradisi orang Aceh pulang kampung agar tidak memperluas serangan virus.

2.   Meningkatkan koordinasi antarlembaga serta mendorong peran serta semua kalangan dan mendorong partisipasi masyarakat agar bisa memperkuat ketahanan pangan dengan melakukan Gerakan Ketahanan Pangan Aceh secara mandiri dengan cara-cara pengembangan pertanian, perkebunan, dan perikanan dengan mendorong pemanfaatan halaman rumah dan ‘lahan tidur’ serta mendorong nelayan kembali melaut untuk kelanjutan perekonomian mereka.

3.   Meningkatkan dukungan moral dan finansial bagi tenaga medis yang berada di garis depan penanggulangan wabah melalui ketercukupan penyediaan APD, penambahan peralatan kesehatan, serta pengaturan sistem kerja yang lebih sehat, serta menjaga kenyaman para dokter itu sendiri dalam menjalankan tugas.

4.   Hendaknya Pemerintah Daerah memfokuskan anggaran untuk memperkuat Jaring Pengaman Sosial (JPS) agar dapat menahan munculnya gejolak sosial masyarakat  dalam masa stay at home mengingat penghasilan mereka menjadi nihil. Pemerintah harus menunda program-program lainnya.

5.   Mengedepankan kepentingan masyarakat Aceh dengan cara mengutamakan dan mengembangkan semua kearifan lokal budaya Aceh (local wisdom) agar bisa meningkatkan taraf kesehatan masyarakat serta produktivitas ekonomi dengan melakukan Gerakan Wakaf Permodalan bagi petani, nelayan, dan UMKM secara mendiri dan berdaulat untuk lepas dari krisis kemiskinan dan gejolak sosial yang bisa menjadi lebih parah di masa mendatang.

Selain mengajukan lima butir rekomendasi, YBG juga mengapresiasi semua langkah yang telah ditempuh oleh Gubernur, Bupati/ Wali Kota di Aceh dalam menangani pandemi Covid-19.

Secara nasional, menurut YBG, banyak keberhasilan telah dicapai seperti jumlah pasien sembuh yang terus meningkat, diperluasnya kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di sejumlah kabupaten/kota yang dinilai adalah langkah tepat untuk mencegah dan menghambat meluasnya wabah. (*)

Penulis: Nasir Nurdin
Editor: Nasir Nurdin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved