Breaking News:

Berita Politik

Mendagri Tito Karnavian Usulkan Kampanye Pilkada dengan Cara Live Streaming

Dengan demikian, pelaksanaan kampanye akbar dapat dihindari pasangan calon.

KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari
Mendagri Tito Karnavian usai bertemu Wapres RI Maruf Amin di Kantor Wapres RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020).(KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, Mendagri Tito Karnavian mengusulkan pelaksanaan tahapan kampanye pada Pilkada serentak 2020 dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dengan live streaming.

Dengan demikian, pelaksanaan kampanye akbar dapat dihindari pasangan calon.

"Kampanye mungkin bisa dilakukan memperbanyak kampanye, menghindari kampanye akbar. Kampanye terbatas dalam ruangan dan menggunakan media, termasuk live streaming. Mungkin juga waktu kampanye bisa dipadatkan," kata Tito dalam raker bersama Komisi II DPR, Rabu (27/5/2020).

Jika Dilaksanakan Desember, Pilkada Bisa Mengundang Bahaya

Tahapan Pilkada Mulai Juni 2020, Ketua Komite I DPD : Itu Terlalu Berani di Tengah Pandemi Covid-19

KIP Aceh Singkil Mulai Susun Anggaran Pilkada 2022

Selain itu, untuk pemungutan suara, KPU dapat melakukan penambahan bilik suara dan diatur setiap jamnya. Petugas TPS serta masyarakat, kata dia, juga dapat menggunakan masker dan sarung tangan untuk mencegah penularan virus.

"Untuk pemungutan suara, mereka melakukan tadi penambahan bilik, petugas di daerah merah pakai APD, masker, sarung tangan, juga masyarakat yang datang diberikan sarung tangan masker. Penghitungan dan pengumuman suara suara diatur per jam. TPS sudah kenal dengan pemilih mereka bisa atur dari 100-200 nomor sekian datang jam 7-8 (pagi) yang lain diatur," tuturnya.

Menurut mantan Kapolri itu, pelaksanaan Pilkada 2020 dapat menjadi perhelatan demokrasi yang unik di Indonesia. Sebab, kata dia, setiap pasangan calon dapat saling beradu gagasan untuk menangani permasalahan corona dari sisi kesehatan hingga ekonomi.

Meski tak Ada Pilkada di Aceh, 700 Lebih Kawula Muda Aceh Daftar Sekolah Kader Pengawas

KIP Banda Aceh Siapkan Rancangan Anggaran Pilkada Rp 28 M

Akibat Covid-19, Gelaran Pilkada 2020 Ditunda, Paling Lama Sampai September 2021

"Pemilu ini akan jadi unik karena isunya banyak sekali berhubungan dengan masalah kesehatan dan ekonomi. Ada pendapat incumbent akan diunggulkan belum tentu. incumbent juga dapat diserang oleh lawan kelemahannya karena cukup banyak masalah kelemahan, bansos tak tepat, angka merah, itu jadi bahan jadi serangan," ucap dia.

"Sebaliknya bagi penantang mereka bisa keluarkan gagasan ide ditawarkan ke masyarakat. Ini justru bisa mendorong bukan menghambat. ini membuat kepala daerah makin terpacu agar tak dianggap tak mampu mengendalikan. ini akan mempermudah secara nasional kita bisa mengendalikan COVID," kata Tito.(tribun network/mam/dod)

Editor: Said Kamaruzzaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved