Info Bener Meriah
Tgk Yusrol Hana Minta Masyarakat Harus Paham Antara BLT dan Ketahanan Pangan
Ada yang berkomentar kurang beretika dan tak mampu mengendalikan emosi ketika bantuan yang ia terima lebih kecil dibanding penerima lainnya.
Penulis: Budi Fatria | Editor: Mursal Ismail
Ada yang berkomentar kurang beretika dan tak mampu mengendalikan emosi ketika bantuan yang ia terima lebih kecil dibanding penerima lainnya.
Laporan Budi Fatria | Bener Meriah
SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Bantuan Pemerintah Pusat, Pemprov, Pemkab, bahkan Pemerintah Desa di masa pandemi Corona ini, tetapi di antara bantuan itu jangan tumpang tindih, terkadang juga membuat masyarakat ribut antar sesama.
Ada yang berkomentar kurang beretika dan tak mampu mengendalikan emosi ketika bantuan yang ia terima lebih kecil dibanding penerima lainnya.
Bahkan ada yang sampai terjadi perusakan sarana umum yang tentunya nanti membutuhkan dana lagi untuk perbaikan.
Di antara bantuan itu, terkadang memang bantuan yang sudah rutin sebelum terjadinya Corona, misalkan PKH yang penerima bantuan ini juga tak boleh mendapat bantuan lainnya.
Sedangkan bantuan lain di masa sekarang ini, seperti BLT, BST, Fakir Miskin (Dhuafa), bantuan pangan, sembako, pasar murah, bahkan ada bantuan untuk semua kepala keluarga untuk menanam (program ketahanan pangan).
• Komisi III DPRA Panggil PT Trans Continent,Perusahaan yang Tarik Alat Kerja di Kawasan Industri Aceh
• Komunitas Ekspedisi Alam Aceh Tamiang Sepakat Kawal Kelestarian Alam
• Maksimalkan Penyekatan, Posko Perbatasan Aceh Tamiang Diperkuat 63 Petugas
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Bustanul Arifin, Tgk Yusrol Hana, SPd I, MHI menyampaikan bahwa hal yang paling dipermasalahkan dari banyaknya jenis bantuan ini adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan menanam untuk ketahanan pangan.
“Menurut saya ini adalah Program yang sangat luar biasa, yang tidak semua orang bisa memiliki ide ini.
Lebih dari 200 Negara sudah terjangkit wabah Covid 19, hampir semua anggaran fokus kepada program yang tertuju bagaimana mengatasi Covid 19,” ujar Yusrol sebagai mana rilis yang dikirim ke Serambinews.com, Senin (1/6/2020).
Menurutnya, Kabupaten Bener Meriah juga ikut menjadi kabupaten terdampak Covid 19, segala cara dan upaya dilakukan oleh Pemerintah agar wabah ini tidak "menyentuh" masyarakatnya.
Misalnya mendorong warga agar berbudaya hidup bersih, menjaga social distancing dan lain sebagainya.
Di balik program itu semua, jauh sebelum Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Aceh mencanangkan ketahanan pangan, Kabupaten Bener Meriah katanya sudah menyosialisasikan dan menghimbau tentang ketahanan pangan.
“Hal ini menurut saya dilakukan oleh Pemerintah, selain karena dampak Covid-19 juga karena adanya informasi dari BMKG tentang adanya kemungkinan kemarau panjang yang berakibat pada kekeringan.
Terkait adanya pro kontra, itu menurut saya hal yang biasa,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-sekolah-tinggi-ilmu-tarbiyah-stit-bustanul-arifin-tgk-yusrol-hana-spd-i-mhi.jpg)