Luar Negeri
127 Wartawan di Seluruh Dunia Meninggal karena Tertular Covid-19
Hal itu disampaikan oleh organiasi non-pemerintah, Press Emblem Campaign (PEC) yang berbasis di Jenewa pada Selasa (2/6/2020).
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM - Setidaknya 127 wartawan di 31 negara telah gugur karena virus corona selama tiga bulan terakhir.
Hal itu disampaikan oleh organiasi non-pemerintah, Press Emblem Campaign (PEC) yang berbasis di Jenewa pada Selasa (2/6/2020).
Mengutip dari Anadolu Agency, Kamis (4/6/2020), Sekretaris Jenderal PEC, Blaise Lempen mengatakan bahwa para wartawan merupakan peranan penting dalam memberikan informasi tentang corona.
"Pekerja media memainkan peran penting dalam perang melawan virus corona baru. Mereka harus menginformasikan tentang penyebaran penyakit ini," kata Lempen dalam sebuah pernyataan.
"Beberapa dari mereka meninggal karena kurangnya tindakan perlindungan yang memadai seperti APD ketika mereka melakukan peliputan," sambungnya.
Menurut hitungan oleh LSM, antara 1 Maret dan 31 Mei, setidaknya 127 wartawan meninggal karena COVID-19.
• Selain di Banda Aceh, Aceh Besar, Gempa juga Mengguncang Sabang, Satu Rumah Rusak
• Viral Sebuah Kapal Kecil Berlayar tanpa Orang, Jasad Pria Ditemukan di Laut
• Senator Fachrul Razi Siapkan Penerus Tgk Hasan Tiro
Sekitar dua pertiga dari mereka sedang melaksanakan tugas yang mulia ini.
Pada bulan Mei saja, tercatat 72 wartawan dilaporkan menjadi korban positif covid-19.
Menurut peta sebaran, Amerika Latin adalah benua yang paling terkena dampak, setidaknya 62 jurnalis dilaporkan meninggal akibat covid-19.
Kemudian diikuti oleh Eropa dengan 23 kasus , Asia 17 kasus, Amerika Utara 13 kasus, dan Afrika 12 kasus.
Peru adalah negara dengan jumlah korban kematian jurnalis tertinggi.
Dilaporkan terdapat 15 orang jurnalis yang telah dialporkan meninggal dari pandemi ini.
• AS Terancam Konflik Berdarah, Donald Trump Mobilisasi Tentara
• Aktivitas Terhenti Karena Lockdown, Jutaan Warga Brasil Teriak Kelaparan
• Khawatir akan Punah karena Virus Corona, Komunitas Adat Ekuador Larikan Diri ke Hutan Hujan Amazon
Kemudian diikuti oleh Brasil dan Meksiko dengan masing-masing 13 korban, dan 12 orang di Ekuador.
12 orang jurnalis juga dilaporkan meninggal di Amerika Serikat.