Rabu, 15 April 2026

Luar Negeri

PM Malaysia: Kami Tidak Bisa Lagi Menerima Pengungsi Rohingya

Malaysia yang tidak mengakui status pengungsi, baru-baru ini menolak perahu dan menahan ratusan orang Rohingya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
FAMER ROHENI / MALAYSIA'S DEPARTMENT OF INFORMATION / AFP
Perdana Menteri Malaysia ke-8, Tan Sri Muhyiddin Yassin. 

SERAMBINEWS.COM – Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin mengatakan bahwa Malaysia tidak dapat lagi menerima pengungsi Muslim Rohingya dari Myanmar, Jumat (26/6/2020).

Muhyiddin menjelaskan bahwa ekonomi yang mengalami kesulitan dan sumber daya yang semakin menipis sedang dialami Malaysia akibat pandemi virus corona.

Melansir dari Malay Mail, Malaysia yang tidak mengakui status pengungsi, baru-baru ini menolak perahu dan menahan ratusan orang Rohingya.

Di tengah meningkatnya kemarahan Malaysia terhadap orang asing yang dituduh menyebarkan virus corona dan memakai dana negara yang tidak cukup.

"Kami tidak bisa lagi menampung lebih banyak (pengungsi), karena sumber daya dan kapasitas kami yang sudah mulai menipis, diperparah oleh pandemi Covid-19," kata Muhyiddin dalam teleconference KTT ASEAN, Jumat (26/6/2020).

Ini Sejumlah Penyakit yang Dikeluhkan Pengungsi Rohingya Pada Tim Medis PMI Aceh Utara

Imigran Rohingya Dijaga Ketat, Warga dan Wartawan Dilarang Masuk ke Eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe

Penurunan Imigran Rohingya ke Daratan Aceh Utara Bersamaan dengan Petir dan Kumandang Azan

“Namun, Malaysia secara tidak adil diharapkan untuk melakukan lebih banyak untuk mengakomodasi pengungsi yang masuk,” ujarnya.

Malaysia yang mayoritas Muslim telah lama menjadi tujuan favorit bagi Rohingya.

Para Muslim Rohingya melarikan diri dari penumpasan yang dilakukan militer pada 2017 di Myanmar untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Perlakuan terhadap Rohingya telah memecah belah ASEAN, dengan dua anggota mayoritas Muslimnya yakni Malaysia dan Indonesia.

Kedua Neagara itu mengkritik Myanmar yang mayoritas beragama Budha dan menyatakan kekecewaan dan putus asa ketika pengungsi Rohingnya tiba dengan kapal-kapal penyeludupan.

Myanmar menyangkal pelanggaran terhadap anggota minoritas di Negara Bagian Rakhine, Myanmar barat itu.

Keluhan Sesak Nafas, Seorang Wanita Imigran Rohingya di Aceh Utara Ditangani Tim Medis

Ketua DPRA Minta Pemerintah Pusat Bantu Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Aceh Utara

Usai Diprotes Warga, Kapal Imigran Rohingya Kembali Ditarik ke Tepi Pantai Lancok, Aceh Utara

Pihak Myanmar mengatakan bahwa Rohingya bukanlah warga negara mereka, melainkan imigran ilegal dari Asia Selatan.

Rohingya telah bertahun-tahun menaiki kapal antara November dan April, ketika laut tenang, untuk sampai ke negara-negara Asia Tenggara termasuk Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Muhyiddin mendesak badan pengungsi PBB untuk mempercepat pemukiman kembali Rohingya di Malaysia ke negara ketiga.

Badan itu mengatakan ada lebih dari 100.000 Rohingya di Malaysia meskipun kelompok HAM mengatakan jumlahnya lebih tinggi.

Muhyiddin juga menyerukan lebih banyak upaya untuk memerangi perdagangan Rohingya, yang katanya semakin berisiko untuk dieksploitasi, perbudakan dan perekrutan oleh militan.

"ASEAN harus berbuat lebih banyak untuk membantu Myanmar, dan Myanmar juga harus berbuat lebih banyak untuk membantu dirinya sendiri agar krisis ini tidak terjadi di belakang kita," katanya.

Bangunan Bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe Dijaga Ketat, Setelah Kedatangan Imigran Rohingya

Tiba di Bekas Kantor Imigrasi Blang Mangat Lhokseumawe, Semua WNA Etnis Rohingya Jalani Rapid Test

Otoritas Malaysia mengatakan bahwa belasan orang Rohingya meninggal diatas kapal.

Tubuh mereka dilarungkan ke laut dari sebuah kapal yang kemudian mendarat di sebuah pulau Malaysia pada bulan ini dengan membawa 269 orang di dalamnya.

Kemarin, Kamis (25/6/2020) hampir 100 orang Rohingya diselamatkan oleh warga dari sebuah kapal yang ombang ambing di perairan Aceh Utara, Indonesia.

Warga Selamatkan Rohingya  

Warga akhirnya sepakat untuk menurutkan 94 Imigran Rohingya yang ada di perairan tepi Pantai Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Kamis (25/6/2020) sekitar pukul 16.00 WIB.

Pantauan Serambinews.com, aksi warga tersebut dimulai dengan menggunakan satu Boat nelayan menuju kapal Imigran Rohingya yang jaraknya hanya sekitar seratusan meter dari tepi laut.

Warga Aceh Utara menurunkan imigran Rohingya.
Warga Aceh Utara menurunkan imigran Rohingya. (For. Serambinews.com)

Menggunakan Boat nelayan, kapal imigran Rohingya ditarik ke tepi laut. Secara bersama-sama, warga awalnya menurunkan anak-anak dari kapal menuju tepi pantai.

Dilanjutkan dengan kaum perempuan. Setelah baru laki-lali dewasa.

Saat proses penurunan berlangsung, cuaca langsung hujan. Petir disertai geluduk terus terjadi berulang kali.

Tapi tidak mempengaruhi warga untuk tetap mengevakuasi imigran Rohingya ke daratan.

Dikawal Pasukan TNI- Polri, Imigran Rohingya Dievakuasi dari Pantai Lancok Aceh Utara

Warga di Aceh Utara Akhirnya Turunkan Imigran Rohingya ke Darat

Pada saat itu, dari kejauhan terdengar suara azan yang menandakan waktu shalat ashar telah tiba.

Setelah selesai dievakuasi, mereka dikumpulkan di sebuah lokasi. Tapi dikarenakan cuaca hujan, para imigran Rohingya dibawa warga untuk berteduh di pondok-pondok tepi pantai tersebut.

Terlihat tangisan mereka. Ada yang memang sudah sangat lemas.

Informasi terbaru yang diperoleh Serambinews.com, untuk malam ini para pengungsi akan dipindahkan ke bawah meunasah Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara.

Unsur Muspida Aceh Utara pun sedang mengecek lokasi penampungan sementara tersebut.

Sebagaimana diketahui, awalnya imigran Rohingya terdampar di perairan Seunuddon, Kecamatan Seunudon, Aceh Utara, Rabu (24/6/2020).

Kapal Imigran Rohingya yang Terdampar di Laut Aceh Utara Disemprot Desinfektan

94 Imigran Rohingya Masih di Laut Aceh Utara, Hanya Sekitar 1 Mil dari Pantai Syamtalira Bayu

Kapal mereka  ditemukan oleh nelayan dengan jarak lebih kurang empat mil dari pesisir pantai dalam kondisi rusak. Selanjutnya para imigran dievakuasi ke kapal nelayan Aceh Utara tersebut.

Tidak lama kemudian, boat yang sudah dipenuhi imigran Rohingyaya dibawa ke tepi laut Pantai Lancok Aceh Utara.

Dari 94 Rohingya tersebut,15 laki-laki, 49 perempuan, 30 orang anak-anak. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved