Berita Abdya

Tekankan Pimpinan Bank Tidak Boleh Lepas Tangan dalam Kasus Vina, DPRK Abdya Akan Lakukan Ini

Pihak dewan menekankan, pimpinan bank pelat merah itu tidak bisa lepas tangan begitu saja pada kasus yang merugikan nasabah hingga miliaran rupiah itu

hand over dokumen pribadi
Ketua DPRK Abdya, Nurdianto 

Laporan Zainun Yusuf | Abdya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - DPRK Abdya bereaksi dengan pernyataan pimpinan cabang salah satu bank BUMN di Blangpidie yang terkesan ‘buang badan’ dalam kasus penipuan dan penggelapan uang nasabah oleh RS alias Vina (26 tahun), eks karyawati di bank tersebut.

Pihak dewan menekankan, pimpinan bank pelat merah itu tidak bisa lepas tangan begitu saja dalam kasus yang merugikan nasabah hingga miliaran rupiah tersebut.

Sebelumnya, pimpinan bank pelat merah itu menyatakan, mereka tak bertanggung jawab atas uang nasabah yang disikat Vina karena uang tersebut tidak disetorkan dan tidak tercatat dalam sistem bank.

"Kalau disetor dan masuk ke sistem kita, maka itu tanggung jawab kita. Kalau tidak setor, ya itu tanggung jawab yang bersangkutan," tegas pimpinan cabang salah satu bank BUMN tersebut.

Terkait hal ini, Ketua DPRK Abdya, Nurdianto mengatakan, pihaknya akan memanggil pimpinan bank tempat Vina bekerja. Pemanggilan itu untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab terhadap miliaran rupiah uang nasabah yang disikat pelaku.

DPRA Minta Pemerintah Jangan Takut Sama Asing, Harus Berani Tindak Tegas TKA Bermasalah Asal Cina

Maria Pauline Lumowa Pembobol BNI Rp 1,7 Triliun Resmi Ditahan, Jadi Buronan 17 Tahun

Kemenkumham Aceh Sebut TKA Asal Cina di PLTU 3-4 Nagan Raya Tak Langgar Izin, Ini Dasar Hukumnya

"Iya, kita akan panggil pihak bank karena masyarakat sangat resah, apalagi bagi mereka yang sudah terlanjur setor uang kepada pelaku," kata Nurdianto kepada Serambinews.com, kemarin.

Nurdianto menegaskan, pihak bank tidak bisa lepas tangan seenaknya karena pelaku adalah salah satu karyawati di bank tersebut.

Pasalnya, ujar Ketua DPRK, terjadinya kasus penipuan dan penggelapan tersebut lantaran karena status pelaku sebagai karyawati bank, sehingga masyarakat berani menyerahkan uangnya kepada Vina.

"Ini yang kita ingin pertanyakan. Padahal masyarakat mau menyetor uang karena pelaku adalah karyawan bank tersebut. Kalau bukan karyawan bank, maka saya yakin masyarakat tidak mau menyerahkan uang kepada pelaku," cetusnya.

Apalagi, beber dia, selama ini pihak bank memiliki layanan antar jemput uang, sehingga tidak ada alasan pihak bank untuk lepas tangan begitu saja.

Fakta Soal TKA Asal Cina, Disnakermobduk Aceh Sebut 29 Orang Tidak Ada Izin Kerja Sejak Awal

Seorang Terpidana Pelecehan Seksual Dicambuk di Nagan Raya

VIDEO - Pelakor Kasih Nasehat ke Istri Sah Sudah Kak, Kau Instrospeksi Diri Aja,

"Jangan saat ada keuntungan, butuh dia, tapi saat rugi lepaskan dia, ini tidak fair. Mana tanggung jawab bank? Sayang uang nasabah miliaran rupiah yang tak jelas nasibnya," pungkas Nurdianto.(*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved