Breaking News:

Corona Serang Dunia

14,6 Juta Orang Terinfeksi, 600 Ribu Diantaranya Meninggal, Kok Masih Ada yang Tak Percaya Covid-19?

Masih banyak orang yang tak percaya adanya virus yang sudah ditetapkan WHO sebagai pandemi global tersebut.

SERAMBINEWS/RISKI BINTANG
Tim Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Pencegahan Covid-19 kabupaten Aceh Jaya saat melakukan uji swab terhadap salah seorang petugas Puskesmas yang mendampingi RA pasien positif Corona dirujuk ke Banda Aceh, Sabtu (11/7/2020). 

SERAMBINEWS.COM - Hampir lima bulan virus corona dilaporkan di Indonesia sejak awal Maret 2020. Sebanyak 88.214 orang terinfeksi dan 4.239 orang meninggal dunia.

Di dunia, virus yang pertama berasal dari Wuhan, Hubei, Cina ini telah menginfeksi 14,6 juta orang dan 609.511 orang meninggal dunia.

Meskipun demikian, masih banyak orang yang tak percaya dengan adanya virus yang sudah ditetapkan WHO sebagai pandemi global tersebut.

Perdebatan mengenai ada atau tidaknya Covid-19 pun masih terus bergulir sampai saat ini.

Hipmi Aceh Serahkan Ventilator Covid-19 Kepada Pemerintah Aceh

Rekor Covid-19 di Indonesia, Sehari 127 Orang Meninggal

Pemulasaran Jenazah Covid-19 Harus di RS

Beberapa orang menganggap bahwa pandemi virus corona ini hanya omong kosong, konspirasi, dan cara untuk mendapatkan keuntungan belaka.

Menanggapi hal itu, sosiolog Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta Drajat Tri Kartono mengatakan, ketidakpercayaan publik atas adanya virus corona ini disebabkan oleh kesenjangan antara informasi dan realita.

Dalam sosiologi, agar suatu hal bisa melekat dalam tubuh seseorang, diperlukan tiga proses tahapan yang disebut konstruksi sosial atas realitas.

Ketiga proses itu adalah eksternalisasi, objektifasi, dan internalisasi.

"Eksternalisasi itu ketika orang sudah membicarakan semua, di koran dan media, mereka kemudian menangkap itu. Objektifasi itu ketika dia mulai mendalami itu, mulai menunggu, merasakan, ada ndak risiko pada saya, ada ndak dampaknya pada saya," kata Drajat saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/7/2020).

Satgas Covid-19 Desa Disinfeksi Sekolah

Pakar Kesehatan Sebut Pemulasaran Jenazah Covid-19 tanpa Protokol Kesehatan Berbahaya, Ini Alasannya

Posko Covid-19 Pijay Siaga Penuh

"Kalau internalisasi itu sudah masuk ke dia dan dia berpindah untuk menghindari atau menerima itu. Sudah otomatis dari dalam tubuhnya, karena kesadarannya sudah mengatur itu," sambungnya.

Sebagai tahap eksternalisasi, informasi terkait virus corona menurut Drajat sangat massif di Indonesia.

Halaman
123
Editor: Said Kamaruzzaman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved