Breaking News:

Kupi Beungoh

Dari Hagia Sophia, Menuju Pembebasan Al-Aqsha di Yerusalem

Erdogan telah memberikan gambaran bahwa peta pembebasan Masjidil Aqsha di Yerusalem itu dimulai dari Hagia Sophia sebagai titik awal

www.yenisafak.com
Teuku Zulkhairi, dosen UIN Ar-Raniry, bersama dua anaknya, Erbakan dan Erdogan. 

Oleh Teuku Zulkhairi*)

HARI ini akan dicatat dalam catatan penting sejarah dunia modern.

Hari di mana terjadinya peristiwa penting yang bersejarah.

Hari saat umat Islam menunjukkan tekadnya untuk bebas dari hegemoni Salibis yang imperialis.

Yaitu hari kembalinya fungsi Hagia Sophia sebagai tempat pelaksanaan shalat Jumat bagi kaum muslimin setelah menunggu hampir satu abad lamanya.

Tentunya, baru sah disebut masjid kalau di situ ada didirikan shalat Jumat.

Jika penaklukan Konstantinopel oleh Ottoman dulu di masa Sulthan Muhammad Al Fatih dimaknai sebagai kemenangan dan era kebangkitan umat Islam, maka berkuasanya Mustafa Kamal At-Taturk di Turki dimaknai sebagai era kemunduran umat Islam.

Sebab, dengan dukungan kaum salibis dan zionis, At-Taturk telah membubarkan Ottoman dan juga menjadikan Masjid Hagia Sophia menjadi mesium, sesuai kehendak kaum salibis.

Dan selanjutnya Hagia Sophia terus menerus hampir satu abad berada dalam intervensi kaum salibis.

Oleh sebab itu, saat Turki dipimpin Erdogan, sang penerus Al Fatih, dan saat Aya Sophia kembali difungsikan sebagai masjid, maka tidak berlebihan apabila ini dipahami sebagai era kebangkitan kembali.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved