Nelayan Langsa di 86 Aparat
Kasihan Nelayan Langsa, di Laut Dipungli dan Diancam, Ini Harapan Pencari Ikan
Nelayan Kota Langsa berharap kepada pimpinan instansi terkait, ada tindakan tegas kepada oknum aparat yang melakukan pungutan liar terhadap boat-boat
Penulis: Zubir | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Zubir | Langsa
SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Nelayan Kota Langsa berharap kepada pimpinan instansi terkait, ada tindakan tegas kepada oknum aparat yang melakukan pungutan liar terhadap boat-boat nelayan saat mencari ikan di laut.
"Sebelumnya nelayan masih menahan diri untuk diam, walaupun terus di pungli, dan yang kami sampaikan ini fakta terjadi di lapangan. Bahkan bukti slep transfer kepada oknum aparat ada kami simpan," ujar Rahmadi Yahya, salah seorang pengusaha boat.
Menurutnya, pungli tersebut sebenarnya sudah berlangsung lama tapi sekarang nelayan tidak tahan lagi.
Bahkan nelayan kerap diancam jika tidak mau membayar, boat mereka akan dibawa ke Belawan.
Jika memang ada kesalahan, oknum aparat juga tidak bisa semena-mena dan bukan boat yang disita, tapi surat boat yang ditahan.
Karena semua boat di Langsa memiliki izin dan surat lengkap (legal).
• Inalillahi Wainailaihi Rajiun, Muadzin Masjid Agung Hagia Sophia Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya
Pihaknya berharap ke depan nelayan tidak dijadikan lagi lahan pungli di laut.
Walaupun ada kekurangan administrasi tetapi harusnya dilakukan pembinaan sewajarnya, bukan diancam sehingga mengganggu aktivitas nelayan melaut.
• Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat 7 Agustus 2020 Pada 39 Masjid di Pidie
Apabila nelayan tak melaut, apa pekerjaan mereka lagi. Begitu juga pemilik boat, jika terus di pungli bagaimana usahanya itu bisa berlanjut.
"Kita berharap kepada pimpinan terkait agar menegur dan bila perlu mengambil tindakan tegas kepada oknum aparat yang melakukan pungli terhadap nelayan, supaya nelayan nyaman mencari nafkah di laut," tutupnya.
Tanggapan DPRK Langsa
Menyikapi pengaduan puluhan nelayan dan penguasaha atau pemilik boat, dalam waktu dekat DPRK Langsa akan memanggil semua pihak terkait serta nelayan dan pemilik boat duduk bersama, untuk mencari solusi persoalan dihadapi nelayan.
Ketua DPRK Langsa, Zulkifli Latif, menyampaikan, pihaknya akan menampung dan mencatat semua persoalan yang pengaduan nelayan dan pengusaha boat ini, selanjutnya akan ditindak lanjuti.
Apalagi menurutnya, persoalan yang dihadapi dan diadukan nelayan ini adalah masalah besar, karena jika mereka tidak melaut bukan nelayan saja yang susah tentunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/puluhan-nelayan-dan-pemilik-boat-kota-langsa-saat-berada-di-ruang-rapat-gedung-dprk.jpg)