Breaking News:

Kupi Beungoh

Refleksi 15 Tahun Perdamaian Aceh; Kunci Perdamaian Aceh, UUPA dan MoU Helsinki

Terkait perdamaian Aceh, perkenankan saya mengajak kita merenung sejenak apa yang terjadi di Aceh 15 tahun yang lalu

Editor: Muhammad Hadi
Dok Pribadi
Mukhsin Rizal S.Hum M.Ag, alumni mahasiswa Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry konsentrasi Sejarah dan Tamaddun Islam 

Karena fakta yang disajikan tiap hari, terdengar letusan senjata, saban hari terdengar kabar penemuan mayat dengan bekas siksaan di seluruh tubuh.

Saban hari terdengar penculikan, saban hari terdengar pemukulan.

Konflik...konflik, kapan engkau berakhir. Itu yang terbersit di hati setiap penduduk Aceh saat itu. Tidak ada yang berpikir bahwa Aceh akan menjadi seperti saat sekarang ini.

15 Tahun Damai Aceh, BPN Aceh Siapkan Sertifikat untuk eks Kombatan GAM

Fakta bahwa Aceh berduka menjadi pontret tersendiri bagi saudara kita di daerah lain. Mereka menstigma Aceh sebagai orang-orang yang keras dan bahkan seluruh orang Aceh di klaim GAM saat itu.

Stigma ini berkembang, sehingga orang Aceh yang tinggal di luar Aceh dianggap sebagai GAM yang melarikan diri.

Terbayang bagimana tidak nyamannya menjadi warga Aceh saat itu, apalagi dengan KTP merah putih.

Belum kering air mata darah akibat kecamuk perang, pada 26 Desember 2004, Tsunami datang dan meluluh lantakan Bumi Aceh, dengan korban kurang lebih 200.000 jiwa.

Ribuan yatim piatu melunta entah kemana, janda miskin kehilangan tempat tinggal, Allahu Akbar, astagfirullahul azim.

Fakta ini membuat dunia menangis, saudara-saudara kita di seluruh Indonesia terpanggil untuk membantu.

Refleksi 15 Tahun Aceh Damai, Momentum Membangun Aceh

Para pihak di Acehpun terpanggil secara terstruktur untuk duduk berunding membicarakan persoalan Aceh lebih serius tanpa ada korban anak bangsa.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved