Breaking News:

Kupi Beungoh

Refleksi 15 Tahun Perdamaian Aceh; Kunci Perdamaian Aceh, UUPA dan MoU Helsinki

Terkait perdamaian Aceh, perkenankan saya mengajak kita merenung sejenak apa yang terjadi di Aceh 15 tahun yang lalu

Editor: Muhammad Hadi
Dok Pribadi
Mukhsin Rizal S.Hum M.Ag, alumni mahasiswa Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry konsentrasi Sejarah dan Tamaddun Islam 

Sistem politik daerah pun menyesuaikan dengan turunan MoU Helsinki.

Lembaga keistimewaan dan kekhususan Aceh hadir sebagai resolusi konflik Aceh.

Usai Jalani Operasi Hidung, Alat Vital Pria Selebgram Ini Tegak Selama Tiga Bulan, Dokter pun Heran

Kuncuran biaya diat, pemberdayaan ekonomi, bantuan kesehatan, bantuan pendidikan serta kebijakan Lainnya terus menguat untuk menuju Aceh yang aman selamanya

Sekarang sudah 15 Agustus 2020 artinya sudah 15 tahun penandatanganan perdamaian Aceh berlalu.

Banyak tokoh pengambil kebijakan saat itu sudah berganti, banyak saksi sejarah telah meninggal, banyak program kegiatan yang sudah menyesuaikan dengan kondisi zaman. Ini lumrah karena soalan masa

Perdamaian Aceh laksana kehidupan perkawinan dua orang anak manusia yang dijodohkan dari suku berbeda, meskipun telah melahirkan anak jika cinta tidak tumbuh di hati keduanya maka saya yakin perceraian akan terjadi di suatu masa.

Oleh karena itu kedua insan yang dijodohkan harus pandai-pandai membangkitkan romantisme dan saling menghargai budaya suku masing masing agar keduanya merasa saling dihargai.

Hoaks Jadi Ancaman di Tengah Pandemi Covid-19, Pegiat Literasi Digital: Saring Sebelum Sharing!

Tetapi jika tidak, maka keduanya saling merasa curiga mencurigai.

Semoga perdamiaan Aceh akan bertahan sampai bila- bila masa.

Konkritnya upaya untuk mempertahankan perdamian ada banyak cara diantaranya menurut saya ialah dengan mensosialisasikan kembali butir butir perdamaian sebagai bentuk kebersamaan para pihak.

Kemudian mensosialisasikan kembali kewenangaan Pemerintahan Aceh yang dan diamanahkan oleh Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh kepada lembaga/Kementerian/Badan.

Karena jika undang-undang ini tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka dengan mudah rasa ragu menyelimuti para pihak.

Kunci perdamaian Aceh ada pada realisasi UUPA dan MoU Helsinki.

Selebihnya perlu ada dokumentasi lengkap terhadap korban saat konflik Aceh dulu baik kalangan GAM, TNI/Polri maupun Masyarakat.

Ini Pernyataan Wali Nanggroe Terkait Realisasi MoU Helsinki

Mereka terbukukan dalam naskah tersendiri sebagai bentuk kepedulian kita terhadap mereka yang telah gugur dalam memperjuangkan keyakinan berbangsa.

Bentuk penghargaan ini harus sama dirasakan secara utuh oleh semua lapisan masyarakat.

Jika ini kita lakukan, maka kita sedang membunuh rasa curiga mencurigai dan menumbuhkan rasa saling mengenal serta pengakuan mereka sebagai anak bangsa.

Wallahu 'alam bisaawab

*) PENULIS adalah Alumni mahasiswa Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry konsentrasi Sejarah dan Tamaddun Islam.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved