Berita Luar Negeri
Dua juta Warga Israel Kehilangan Pendapatan Akibat Covid-19, Begini Kondisi Saat ini
Menurut sebuah studi baru oleh Israel Democracy Institute (IDI). Dua juta orang Israel telah melaporkan kehilangan pendapatan karena Covid-19.
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Pandemi Covid-19 ikut dirasakan warga Israel, pendapatan menurun drastis selama berlangsungnya wabah virus global.
Akibat hal tersebut, banyak warga Israel khawatir akan mengalami kemiskinan, karena dampaknya langsung dirasakan oleh sebagian besar warga.
Melansir dari The Jerusalem Post, pada hari Senin (17/8/2020), dikhawatirkan pada 2021 akan banyak keluarga kelas menengah terjerumus dalam kemiskinan dan kesulitan pangan.
• Kisah Anak Bawa Ayahnya yang Sedang Kritis, Ditolak Tiga Rumah Sakit Hingga Akhirnya Meninggal
Menurut sebuah studi baru oleh Israel Democracy Institute (IDI). Dua juta orang Israel telah melaporkan kehilangan pendapatan karena Covid-19.
Hampir 20% pemilik bisnis harus tutup sementara, secara permanen 5,4% dan 53% orang Israel berusia 18-24 tahun yang mengalami penurunan pendapatan.
Secara keseluruhan, sepertiga orang Israel menderita kehilangan pemasukan.
• Israel Bebaskan Tanpa Syarat Pemimpin Kampanye Palestina Boikot ke Yahudi
• Negoisator Mesir Kunjungi Jalur Gaza, Redakan Ketegangan, Tentara Israel Tembak Pria Tuli
• Presiden Israel Undang Putra Mahkota UEA, Pengusaha Emirat Buka Hubungan dengan Israir
Penelitian ini mengikuti studi lainnya oleh Latet-Israel Humanitarian Aid, yang menjelaskan keluarga kelas menengah Israel berada dua tahun dalam kemiskinan dan efek nyata dari penurunan ekonomi akan dirasakan pada tahun 2021.
Menurut laporan, beberapa keluarga membutuhkan bantuan makanan dalam waktu tujuh bulan.
“Tidak mungkin memenuhi kebutuhan dasar ketika sumber mata pencaharian utama telah hilang,” kata CEO Latet Eran Weintrob.
Kemiskinan akibat Covid-19 seperti 'terjun bebas', ia mengatakan Israel mungkin saja akan berakhir dengan masyarakat kelas menengah jauh lebih miskin daripada sebelumnya.
Biro Pusat Statistik melaporkan konsumsi Israel turun 43,4% pada kuartal kedua tahun 2020.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Keuangan Israel Katz bereaksi terhadap laporan tersebut, menyetujui bantuan uang 8,5 miliar Sheke (mata uang Israel) sebagai bagian dari rencana pengamanan ekonomi.
• Israel tak Mundur dari Tanah yang Dicari Palestina, Solusi Dua Negara Sudah Usang
• UEA Menepis Kritikan Presiden Turki, Hubungan dengan Israel tidak Terkait Iran
Rencana itu untuk menciptakan 10.000 lapangan kerja baru dan merupakan bagian dari upaya nasional yang lebih besar untuk mendukung bisnis dan konsumsi.
Untuk mencegah menyusutnya kelas menengah, banyak ekonom mengatakan harus ada sumber pendapatan tetap yang stabil, tidak cukup untuk menawarkan manfaat liburan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dua-juta-warga-israel-kehilangan-pendapatan-akibat-covid-19-begini-kondisi-saat-ini.jpg)