Breaking News:

Citizen Reporter

Melirik Potensi Kopi Liberika, Kopi Rasa Nangka Asal Tangse Pidie

Di pegunungan Tangse, kopi liberika tumbuh subur dan lebat. Sepanjang perbukitan, pohon-pohon liberika ini tinggi menjulang.

SERAMBINEWS.COM/Handover/Taufik Ar-Rifai
Warga Gampong Paya Guci, Kecamatan Tangse sedang memetik kopi liberika di pegunungan Dok-Dok. Dok-Dok kini menjelma menjadi kawasan translok pasca damai dan dihuni sekitar 60 kepala keluarga. 

TAUFIK AR RIFAI, jurnalis dan fotografer lepas asal Tangse yang bermukim di Banda Aceh, melaporkan dari Tangse, Kabupaten Pidie.

CUACA mulai mendung ketika Edi Azhari (39) merapikan terpal jemuran biji kopi liberika di teras rumahnya.

Biji kopi yang sudah dibersihkan kulitnya sejak dua hari lalu ini sudah terlihat agak kering.

Jika disinari matahari yang cukup, butuh sekitar tiga hari lagi agar menghasilkan biji kopi kering.

Biji kopi yang dijemurnya pun berasal dari buah kopi yang sudah ranum.

"Jika cuacanya stabil, sekitar lima hari untuk proses penjemuran," kata Edy Azhari saat penulis temui di rumahnya di Tangse, Minggu (16/8/2020) lalu.

Pria yang akrab disapa Edi Tangse ini sedang memberdayakan kembali kopi asal Liberia, Afrika tersebut.

Pasalnya, tanaman perkebunan itu kini mulai hilang di pegunungan Tangse.

Meski tak setenar kopi arabika dan robusta, kopi liberika mulai digrandungi petani penggarap.

Kopi liberika, merupakan jenis kopi yang berasal dari Liberia yang dibudidayakan oleh masyarakat Tangse.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved