Berita Abdya
Gerbang Masuk Jalan Cot Keumeunyan Blangpidie Abdya Sempit & Mendesak Dilebarkan, Kerap Kecelakaan
Pintu gerbang masuk dari Jalan Iskandar Muda, Desa Geulumpang Payong sangat sempit.
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Mursal Ismail
Pintu gerbang masuk dari Jalan Iskandar Muda, Desa Geulumpang Payong sangat sempit.
Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE – Gerbang masuk dan keluar Jalan Cot Keumeunyan dari Gampong Geulumpang Payong, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), semakin mendesak dilebarkan.
Jalan itu menuju Mata Ie dan Babah Lueng, Kecamatan Blangpidie, Abdya atau sebaliknya.
Pintu gerbang masuk dari Jalan Iskandar Muda, Desa Geulumpang Payong sangat sempit.
Lebarnya hanya sekitar 3 meter, sehingga kerap terjadi kecelakaan saat kendaraan bermotor masuk dan keluar atau berpapasan di lokasi itu.
Kecelakaan sering terjadi ketika kendaraan melintasi jalan di pintu masuk dan keluar.
Sebab, akses jalan tersedia sangat sempit, lebar hanya sekitar 3 meter, panjang 50 meter serta kanan dan kiri diapit pagar beton tinggi milik penginapan Harisqi dan saluran Irigasi Teknis.
• Kejutan untuk Nasabah, Bank Aceh Syariah Cabang Singkil Serahkan Mobil dan Sepmor Tabungan Seulanga
• BNI Kembali Ditunjuk untuk Salurkan Banpres Bagi Pelaku Usaha Mikro
• Penjual Somai Nabung Selama Dua Tahun, Naik Haji Daftar Pakai Uang Receh
“Akses jalan hanya bisa dilalui pas untuk satu kendaraan roda empat.
Jika salah perhitungan bisa tercebur ke dalam saluran irigasi di samping badan jalan,” kata Burhan, seorang pengendara kepada Serambinews.com di lokasi, Rabu (26/8/2020).
Sering terjadi kemacetan lalu lintas di gerbang masuk dari arah Jalan Iskandar Muda (Jalan Nasional).
Pasalnya, kendaraan masuk harus mundur lagi karena terjebak dengan kendaraan lain dari arah berlawanan (dari arah Mata Ie), kemudian harus membuka ruang jalan untuk bisa dilewati.
Saking sempitnya badan jalan di pintu gerbang masuk dan keluar, kata Burhan, kendaraan jenis sepeda motor (sepmor) tidak bisa berpapasan jika ada kendaraan roda empat yang melintas dari arah berlawanan.
“Sebab, itu tadi, bila tak hati-hati pengendara bersama sepmor bisa-biisa terjun bebas ke dalam saluran irigasi atau terantuk dengan pagar beton milik sebuah penginapan di lokasi itu,” katanya.
Permintaan agar Pemkab Abdya dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat memperlebar akses jalan Cot Keumeunyan, terutama di lokasi pintu masuk dan keluar, sudah lama disuarakan para pengguna jalan.
Namun, hingga sekarang belum terealisasi.
Pelebaran dapat dilakukan dengan membebaskan tanah dan pagar milik penginapan Harisqi dengan lebar 2 mater, panjang sekitar 50 meter untuk dijadikan akses jalan.
“Jika tanah dan pagar beton penginapan tak dibebaskan untuk pelebaran badan jalan, maka kemacetan, malahan kecelakaan lalu lintas terus terjadi di lokasi,” kata salah seorang pengendara lainnya.
Diakui bahwa Jalan Cot Keumeunyan awalnya merupakan jalan inspeksi saluran Irigasi Teknis Krueng Susoh (Irigasi Kuta Tinggi Blangpidie).
Pasca terbentuk Kabupaten Abdya tahun 2002 lalu, jalan inspeksi tersebut berubah menjadi akses jalan desa yang menghubungkan Desa Geulumpang Payong- Desa Mata Ie-Desa Babah Lueng tembus ke bendungan irigasi teknis.
Kurun waktu beberapa tahun terakhir, di areal sepanjang jalan Cot Keumeunyan berubah menjadi lokasi pemukiman warga.
Selain masyarakat, sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS), tidak kecuali pejabat pemerintah membangun rumah tempat tinggal di kawasan itu, termasuk di areal persawahan setempat.
Perkembangan yang begitu pesat mengakibatkan lintasan Cot Keumeunyan semakin padat.
Bukan saja dilintasi kendaraan bermotor jenis sepmor, mobil, termasuk dum truk angkutan bahan galian C dan barang.
Kesibukan semakin meningkat karena Jalan Cot Keumeunyan juga terhubung dengan lokasi Kompleks Perkantoran Pemkab Abdya di kawasan pengunungan Gampong Keude Paya.
Oleh karena itu jalur ini menjadi lintasan alternatif bagi para PNS dari Kantor Kejaksaan, Kemenag, BPS, KIP serta Anggota Polres Abdya dari dan menuju lokasi kantor tempat mereka berkerja sehari-hari.
Selain itu, jalur ini menjadi lintasan siswa pergi dan pulang sekolah.
Ironisnya, arus lalu lintas sangat sibuk, sementara lebar badan jalan sangat sempit, terutama pada mulut jalan masuk dan keluar di Jalan Iskandar Muda.
Menurut beberapa pengendara kendaraan pelebaran Jalan Cot Keumeunyan merupakan kebutuhan sangat mendesak, sehingga bisa mencegah kecelakaan yang semakin sering terjadi di kawasan tersebut. (*)