Breaking News:

Berita Aceh Barat

Keluarga Pasien Mengamuk di Ruang Pinere, Begini Penjelasan Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh

Keluarga pasien itu bahkan sempat mengamuk dengan membanting kursi dan memaki-maki petugas, lantaran menilai kurang maksimalnya pelayanan.

Serambinews.com
Putri Fathiyah, Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Insiden keluarga pasien mengamuk di Ruang Pinere pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat pada Rabu (26/8/2020) malam, diduga ada kesalahpahaman.

Pasien yang memiliki gejala corona berupa demam, sesak nafas, dan batuk itu dirawat di Ruang Pinere, sejak Selasa (25/8/2020), dan pada Rabu (26/8/2020) sore, pasien tersebut meninggal dunia.

Pasien yang meninggal itu merupakan salah satu pensiunan TNI berinisial (BR), warga Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Karena pasien itu memiliki gejala seperti sesak nafas, batuk, dan demam, pihak rumah sakit tidak mau mengambil risiko, sehingga perawatan tetap dilakukan pada Ruang Pinere, guna mencegah terjadinya penyebaran covid-19.

Ternyata pihak keluarga tidak menerima sehingga menyebabkan keluarga pasien ini emosi, lantaran juga mereka tidak dibolehkan mendampingi pasien yang dirawat tersebut.

Kajati Aceh Lantik Dua Asisten dan Empat Kajari di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Nama-namanya

Syahrul Lawan Mualem hingga ke Mahkamah Agung, Begini Respon DPA Partai Aceh

Lawan Petugas dengan Pisau Dapur Saat Ditangkap, Pengedar Sabu di Aceh Timur Didor

Keluarga pasien itu bahkan sempat mengamuk dengan membanting kursi dan memaki-maki petugas, lantaran menilai kurang maksimalnya pelayanan.

Di dalam video yang beredar luas terlihat para petugas mendapat makian dari keluarga pasien secara bertubi-tubi, namun petugas medis tanpa merespon dan terus melaksanakan kewajiban mereka sebagai petugas medis.

Kondisi yang memanas itu berhasil diamankan dan dikendalikan oleh aparat TNI dan polisi pada malam itu juga. Sehingga pasien yang meninggal tersebut, dalam proses pelaksanaan fardhu kifayah dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Insiden semalam hanya kesalahpahaman saja, karena keluarga pasien belum memahami Standar Pelayanan Prosedur (SOP) yang diterapkan kepada tim medis di rumah sakit," jelas Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Putri Fathiyah kepada Serambinews.com, Kamis (27/8/2020).

"Ruang Pinere kawasan zona merah yang tidak boleh sembarang orang masuk ke sana. Apalagi untuk mendampingi pasien yang sakit,” tukas Putri Fathiyah.

Kasus Positif Covid-19 di Kota Sabang Meningkat, Kadiskes dan KB Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

23 Warga Aceh Singkil Sembuh Corona, Satu Masih Perawatan di RSUZA

Pemko Lhokseumawe Rapat Bahas Proses Belajar Mengajar Tatap Muka, Ini Kesimpulannya 

Ia menambahkan, pihaknya tetap tidak izinkan pihak keluarga mendampingi pasien di Ruang Pinere. Penentuan dan kebijakan tersebut guna mencegah terjadinya penyebaran covid-19 di Aceh Barat saat ini.

Disebutkan dia, saat keluarga memanggil petugas medis ada sedikit keterlambatan, sebab petugas harus menggunakan alat pelindung diri (APD) dulu.

"Karena pasien tersebut suspek corona, sehingga dalam penanganannya harus sesuai dengan SOP yang diterapkan kepada petugas medis," ujarnya.

Menyangkut dengan adanya insiden tersebut, menurut Direktur RSUD Cut Nyak Dhien, persoalan itu kini telah selesai. Pihaknya berharap, supaya keluarga pasien memahami dan mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.(*)

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved