Kupi Beungoh
Pemerintah Aceh Sudah Harus Susun Road Map Mitigasi COVID-19 di Daerah Ini
Kita tentu telah lama mengenal istilah mitigasi, yaitu proses penyelesaian masalah yang disebabkan oleh suatu kondisi yang tidak diinginkan.
Oleh Dr Iziddin Fadhil MKM
SAAT ini Indonesia, tidak terlepas Aceh tentunya sedang terjadi bencana wabah pandemi
COVID-19.
Per-tanggal 11 September 2020, terdapat 207.203 kasus positif infeksi COVID-19
di Indonesia dengan proporsi terbanyak ditemukan di ibukota negara kita, DKI Jakarta (50.671
kasus).
Khusus di Aceh hingga Jumat, 11 September 2020, sudah tercatat 2.258 kasus kasus positif terkonfimasi
COVID-19 dan 87 di antaranya meninggal.
Makna Bencana (Disaster) dapat dipahami sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang
disebabkan oleh alam, manusia dan/atau keduanya yang mengakibatkan korban penderitaan
manusia, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, kerusakan sarana prasarana dan
fasilitas umum serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan dan penghidupan (UU
Nomor 24 tahun 2007).
Kita tentu telah lama mengenal istilah mitigasi, yaitu proses penyelesaian masalah yang
disebabkan oleh suatu kondisi yang tidak diinginkan.
• Persiraja Tekuk Tim PON Aceh 3-0 dalam Laga Uji Coba di Lampineung, Adam Mitter Ikut Cetak Gol
Kondisi ini bisa disebabkan karena musibah, baik itu bencana alam maupun nonalam.
Tujuan mitigasi adalah mengurangi efek risiko muncul baik itu sebelum, saat dan sesudah bencana terjadi.
Kontingensi adalah proses perencanaan di mana suatu daerah akan membuat beberapa rencana cadangan jika risiko itu terjadi.
Rencana darurat juga dikenal sebagai rencana aksi untuk skenario terburuk.
Rencana semacam itu sangat penting bagi suatu daerah karena membantu daerah dengan cepat
beradaptasi terhadap perubahan sementara.
Pengurangan Risiko Bencana (PRB) bukan merupakan istilah yang asing bagi masyarakat kita.
Sejak tsunami melanda Aceh tahun 2004, banyak tenaga ahli kebencanaan datang ke
Aceh dari berbagai negara, dan sejak itu metode penanganan bencana khususnya bencana
alam di Aceh telah berubah.
Namun, bencana sebagai sistem pengetahuan (epistimologi) tidak mudah dipahami secara menyeluruh (komprehensif).
• Terapkan Disiplin Protokol Kesehatan, Warung kopi di Kota Banda Aceh Akan Menjadi Target Razia
Hal ini lah menurut hemat kami menjadi embrio lahirnya Program Studi Magister Kebencanaan di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/iziddin-fadhil-bicara-corona.jpg)