Kupi Beungoh
Pemerintah Aceh Sudah Harus Susun Road Map Mitigasi COVID-19 di Daerah Ini
Kita tentu telah lama mengenal istilah mitigasi, yaitu proses penyelesaian masalah yang disebabkan oleh suatu kondisi yang tidak diinginkan.
Pemerintah harus membuka alam pikir yang lebih sistematis dan "masuk akal" tentang informasi yang benar bagaimana strategi yang harus dilakukan dalam penanggulangan wabah pandemi COVID-19 ini.
Jika dilihat dari kajian kebencanaan, khususnya siklus manajemen bencana, budaya bencana kita masih pada tahap penanganan tanggap darurat dan rekonstruksi/rehabilitasi yang reaktif dan insidental.
Mungkin karena pada tahap ini lebih besar dana yang disediakan dan memungkinkan mendapatkan keuntungan bagi oknum, kelompok dan golongan tertentu.
Yang juga kita sayangkan, penanganan bencana tidak lepas dari nuansa politis, pencitraan.
Hal ini terbukti dengan adanya atribut, warna identitas partai, nama organisasi, nama tokoh
politik dan banyak hal lainya yang digunakan saat melakukan kegiatan kebencanaan.
Tidak fokus pada manfaat yang diharapkan dalam penanggulangan bencana.
Pengurangan Resiko Bencana (PRB) adalah satu konsep dan praktek dalam upaya mengurangi
risiko bencana melalui rencana yang sistematis untuk menganalisa dan mengurangi faktorfaktor penyebab bencana, mengurangi paparan terhadap bahaya, kerentanan manusia
meningkatkan kesiapsiagaan dan lainnya.
Bagaimana dengan penanganan Wabah Pandemi COVID-19.
Konsep penanganan pada dasarnya sama seperti penanganan bencana lainya, perbedaannya hanyalah pada agen kausatifnya.
Pemerintah Aceh saat ini sudah melakukan upaya untuk memutus mata rantai penularan virus SARS Cov-2 ini atau Corona.
Himbauan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan terus digaungkan.
Tapi tidak menunjukan hasil seperti yang diharapkan, indikatornya angka kasus baru terus meningkat setiap harinya.
Apa yang harus dilakukan menurut kami adalah pemerintah Aceh harus menyusun satu konsep Road Map Mitigasi dan Rencana Kontegensi yang baku sesuai kondisi budaya
masyarakat Aceh dan dapat diterapkan di seluruh kabupaten/kota dengan konsisten.
Dalam konsep mitigasi hindari doktrin
"Tidak usah berpikir yang buruk-buruk dahulu, pikir yang baik-baik aja".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/iziddin-fadhil-bicara-corona.jpg)