Breaking News:

Berita Aceh Besar

Empat Jembatan Rangka Baja di Lintas Jantho-Lamno Dibangun Tahun Ini, Serap APBA Rp 34,7 Miliar

Pemerintah Aceh kembali akan membangun empat unit jembatan rangka baja pada lintasan Jalan Jantho, Aceh Besar-Lamno, Aceh Jaya.

Serambi Indonesia
Asisten II Setda Aceh, HT Ahmad Dadek sedang memberikan pengarahan kepada rekanan di lokasi pembangunan jembatan rangka baja pada lintas Jalan Jantho-Lamno, Kamis (17/9/2020). 

Laporan Herianto | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Aceh kembali akan membangun empat unit jembatan rangka baja pada lintasan Jalan Jantho, Aceh Besar-Lamno, Aceh Jaya.

Untuk proyek pembangunan empat jembatan di lintas antarkabupaten tersebut, Pemerintah Aceh telah menganggarkan dana sebesar Rp 34,7 milir dalam APBA tahun 2020.

“Pembangunan 4 unit jembatan rangka baja tersebut pada tahun ini, merupakan tekad dari Pemerintah Aceh untuk mempercepat penyelesaian pembangunan ruas jalan Jantho–Lamno itu agar bisa fungsional,” kata Asisten II Setda Aceh, H T Ahmad Dadek usai meninjau lokasi pembangunan keempat jembatan rangka baja itu, Kamis (17/9/2020).

Dari empat lokasi pembangunan jembatan rangka baja yang sudah ditinjau tersebut, sebut Dadek, baru satu unit yang tahapan pekerjaan pembangunannya sudah selesai pemasangan rangka baja sepanjang 50 meter, yaitu di lokasi Krueng Cot Empe.

Sedangkan tiga lokasi lagi, yaitu di Sungai Tuwi Keubu, Motodam I, dan Motodam II, beber Dadek, tahapan pekerjaannya ada yang masih pengalian sumur untuk pembangunan kepala jembatan dan ada juga yang sudah sampai tahapan pengecoran sumur kepala jembatannya.

Anggota DPR RI Dukung Polda Tuntaskan Kasus Korupsi, Ini Harapan Dek Gam Kepada Kapolda Wahyu Widada

Tersangka Spesialis Pembobol Ruko Ini Ternyata Residivis, Uang Hasil Jarahan untuk Beli Sabu

Warga Keluhkan Kebisingan dan Getaran Akibat Mesin PLTMG Arun 2, Ini Jawaban PT Sumberdaya Sewatama

Untuk tiga lokasi pembangunan jembatan rangka baja itu, tukas Dadek, pihaknya sudah menekankan kepada rekanan untuk meningkatkan kinerja pekerjaan di lapangan.

"Ada di satu lokasi, untuk pengecoran kepala jembatannya masih menggunakan cara manual yaitu dengan tenaga buruh," ungkap Dadek.

"Harusnya, untuk pekerjaan pencampuran semen dan pasir jangan lagi menggunakan tangan manusia, minimal gunakan molen pengaduk semen," urainya.

Empat unit jembatan rangka baja yang dikerjakan tahun ini, sebut HT Ahmad Dadek, mati kontraknya pada tanggal 20 Desember 2020.

Oleh sebab itu, kepada tiga rekanan yang sekarang ini sedang mengerjakan pembangunan kepala jembatan, diharuskan segera memesan paket rangka baja pada bulan ini.

Fakta Baru Polisi Tewas Bersimbah Darah di Pondok Ranggon, Ada Luka di Punggung Briptu Andry

New York Alami Krisis Anggaran Parah, Wali Kota dan Ratusan Staf Balai Kota Terancam Dirumahkan

Angka Kematian Terendah di Dunia, Ini Rahasia Singapura Berhasil Tangani Covid-19

"Supaya pada pertengahan bulan Oktober nanti, rangka baja jembatannya sudah masuk ke lokasi proyek untuk dipasang," papar Asisten II Setda Aceh itu.

Di sisi lain, ulas Dadek, rekanan yang sedang mengerjakan pembangunan jembatan rangka baja di lintasan jalan Jantho–Lamno, perlu memperkirakan kondisi perubahan iklim pada bulan September hingga Desember.

"Bulan ini sudah masuk musim penghujan. Jadwal pengecoran sumur kepala jembatan perlu digenjot, jangan sampai terlambat," tukasnya.

Sebab, terangnya, kalau sudah musim hujan, air sungai akan naik sehingga mengakibatkan pekerjaan pengecoran sumur untuk tempat duduk kerangka jembatan menjadi tertunda.

“Kalau jadwal pengecoran sumur kepala jembatannya tertunda, konsekwensinya adalah pemasangan rangka baja menjadi terlambat,” tandas Dadek.(*)

Penulis: Herianto
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved