Breaking News:

Luar Negeri

Komandan Pengawal Revolusi Iran Kembali Bersumpah, Serang Semua yang Terlibat Pembunuhan Soleimani

Pejabat Iran, Sabtu (19/9/2020) lagi-lagi membantah rencana membunuh Duta Besar AS di Afrika Selatan. Hal itu sebagai tindakan pembalasan

Editor: M Nur Pakar
AFP/ATTA KENARE
Komandan Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Hossein Salami.(AFP/ATTA KENARE) 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pejabat Iran, Sabtu (19/9/2020) lagi-lagi membantah rencana membunuh Duta Besar AS di Afrika Selatan.

Hal itu sebagai tindakan pembalasan atas pembunuhan jenderal tinggi Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Qassem Soleimani.

Namun, Komandan IRGC bersumpah membalas dendam kematian Soleimani secara tegas, serius, dan nyata, lansir CNBCNews, Minggu (20/9/2020)

"Kami akan memukul orang-orang yang, secara langsung dan tidak langsung, berperan dalam kematian Soleimani," kata Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran Hossein Salami.

Dia menyampaikan hal itu dalam sebuah upacara depan para komandan dan staf militer seperti yang dilaporkan Kantor Berita Tasnim pada Minggu (20/9/2020).

Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds, tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS yang disetujui oleh Presiden Donald Trump pada 3 Januari 2020.

Soleimani dianggap sebagai orang yang paling berpengaruh dalam melaksanakan operasi ekstrateritorial IRGC termasuk di Irak, Suriah, Yaman dan Lebanon.

Komandan IRGC mengatakan setiap balas dendam untuk Soleimani akan dilakukan dengan cara yang terhormat,
adil dan adil, bukan pada duta besar wanita AS di Afrika Selatan.

Mata Uang Iran Turun ke Rekor Terendah, 1 Dolar AS Anjlok Jadi 273.000 Riyal

"Jika satu rambut rontok dari seorang Iran, kami akan membakar semua rambut Anda."

"Ancaman ini serius."

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved