Luar Negeri
Anwar Ibrahim Siap Gulingkan PM Muhyiddin, Klaim Dapat Dukungan Mayoritas Parlemen Malaysia
Anwar cuma membutuhkan persetujuan raja untuk menggantikan posisi Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri saat ini.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
Lawan Muhyiddin menuduhnya merebut kekuasaan dengan menggeser partai yang berkoalisi, alih-alih mendapatkannya di kotak suara.
• Pelanggar Perbup Prokes Covid Masih Dikenakan Sanksi Sosial belum Dijerat Denda, Ini Alasannya
• Sekolah Tatap Muka di Aceh Tengah Kembali Ditunda
Tapi Muhyiddin memiliki mayoritas suara yang tipis, dan ada spekulasi bahwa dia bisa membuat pemilihan baru untuk memenangkan mandat yang lebih kuat sebagai PM.
Anwar Ibrahim yang berusia 73 tahun, memiliki karier politik yang kacau selama dua dekade terakhir.
Pada awalnya, karir politik Anwar yang sedang naik daun, dia dipenjara karena tuduhan sodomi dan korupsi setelah perseteruan dengan pemerintah.
Ia menghabiskan hampir 10 tahun di balik jeruji besi atas tuduhan yang dia dan pendukungnya gambarkan sebagai suatu hal untuk menghancurkan karir politiknya.
Namun dia diberikan pengampunan kerajaan pada 2018, sebagai bagian dari kesepakatan dengan Mahathir untuk menggantikan jabatan perdana menteri Najib Razak.
Sementara itu, Anwar dilaporkan akan segera menjumpai Raja Malaysia untuk menginformasikan perkembangan politik ini sekaligus meminta mandat untuk membentuk pemerintahan baru.
Belum diketahui komposisi yang jelas dari Koalisi Pakatan Harapan jika memang benar Anwar mengambil alih tampuk kekusasaan.
Juga tidak diketahui apakah Mahathir Mohamad, Shafie dan Syed Saddiq akan bergabung dalam pemerintahan baru ini.
Perdana Menteri Muhyiddin Yassin sendiri dijadwalkan juga akan menyampaikan pidato khusus. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)