Breaking News:

UU Ciptaker

Ini Empat Pasal di UU Cipta Kerja yang Berpotensi Sengsarakan Buruh

Lembaga riset IDEAS menyoroti beberapa pasal di dalam Undang-Undang Cipta Kerja yang berdampak kepada kesejahteraan buruh.

Serambinews.com
Aksi mahasiswa di Lhokseumawe, Kamis (8/10/2020). 

IDEAS menemukan pekerja tidak tetap memiliki rata-rata upah yang lebih rendah dibandingkan pekerja tetap.

Di pulau Jawa, 62 persen pekerja tetap memiliki upah di atas UMK. Sementara, hanya 24,6 persen pekerja tidak tetap yang memiliki upah di atas UMK.

Puluhan Mahasiswa Unsam Langsa Memilih Bermalam di Gedung DPRK, Tuntutan Belum Dipenuhi

VIDEO Mahasiswa dan Buruh di Nagan Raya Bakar Pocong Yang Ditempel Gambar Puan Maharani

Ketua DPRK dan Enam Anggota Dewan Nagan Raya Teken Petisi Tolak UU Cipta Kerja

VIDEO Aksi Mahasiswa di Lhokseumawe Menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law

Ketiga, sistem pengupahan. Askar mengatakan pada undang-undang sebelumnya hanya disebutkan setiap pekerja berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan layak bagi kemanusiaan.

“Namun, UU Ciptaker memberikan ketentuan tambahan terkait sisten penentuan upah,” tutur Askar.

Dia menyebutkan di dalam Pasal 88B upah ditetapkan berdasarkan satuan waktu dan satuan hasil yang dibiarkan mengambang dan diserahkan sepenuhnya pada peraturan pemerintah.

Perubahan sistem pengupahan ini, kata dia, ternyata memiliki dampak signifikan terhadap besaran upah yang akan diterima para pekerja.

IDEAS menemukan fakta semakin sering upah diberikan, maka semakin kecil upah yang diterima. Dari 37,4 juta pekerja yang diupah dengan sistem upah bulanan, 23,3 juta atau 63 persen di antaranya memiliki upah di atas UMP.

Selanjutnya, tukas Askar, dari 9,6 juta pekerja yang diupah secara mingguan, 3,1 juta atau 33 persen di antaranya memiliki upah di atas UMP.

Selanjutnya, dari 10,5 juta pekerja yang diupah secara harian, 1,7 juta atau 16,2 persen di antaranya memiliki upah di atas UMP.

Lebih lanjut, kata Askar, dari 2,3 juta pekerja yang diupah secara borongan, 500 ribu atau 21,7 persen di antara memiliki upah di atas UMP.

Halaman
123
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved