Kupo Beungoh
Virus Mental, Virus Biologi, dan Nasib Rakyat (III-Habis)
Yang dikerjakan selama ini tidak lebih dari mengimbau dan kalau perlu memaksa rakyat untuk patuh kepada protokol Covid-19.
n-Ach yang artinya adalah need for achievement menjadi sebuah virus yang terkenal dalam teori modernisasi klasik yang menjelaskan tentang pentingnya virus ini untuk kemajuan masyarakat atau bangsa.
Virus inilah yang telah membuat Jepang, Korea Selatan, dan Cina maju seperti hari ini.
Mereka haus dan tak pernah berhenti untuk membuat prestasi.
• Doa Awali Aktivitas Pagi yang Dibaca Nabi Muhammad S.A.W dan 6 Ibadah di Pagi Hari
Salah satu cara untuk mengukur kebenaran elite kekuasan di provinsi yang telah disebutkan di atas, tanyalah kepada “rakib-atid” digital tentang apa yang telah mereka omongkan, apa yang mereka kerjakan, dan apa hasil indikator pengendalian pandemi yang mereka dapatkan.
Ketiklah nama-nama itu di mesin pencari Google dan tambahkan dengan kata Covid-19.
Lihatlah rekam jejak digital mereka, bandingkan dengan perolehan indikator yang mereka peroleh.
Ketika ada indikator baik yang kita sebut “presatasi”, semua itu telah didahului oleh berbagai kata dan tindak.
Dan semua itu adakalah kerja keras, kerja cerdas, dan kemungkinan besar kerja ikhlas.
Ini jelas menjadi gambaran bagi kita, bahwa mereka telah dirasuk oleh sebuah virus mental yang sedang menandingi virus biologi Covid-19.
Mereka haus, mereka lapar, dan mereka kepincut berat dengan kebutuhan akan prestasi, dan itu namanya virus n-Ach.
Kita di Aceh tidak harus mengetik di mesin pencari Google tentang hal yang sama mengenai keadaan kita.
Hanya saja virus ketidakpedulian dipastikan sudah bergabung dengan virus Covid-19 dan kini sedang bekerja mencelakakan kehidupan rakyat Aceh, di perkotaan, di pedesaan, dan di pedalaman.
Kita mungkin hanya bisa berharap, segera saja ada satu dua di antara para elite kekuasaan yang terpapar dengan virus n-Ach dan segera menularkan pada sejawatnya di berbagai tingkatan, mulai dari provinsi sampai dengan kabupaten kota, pimpinan daerah, berikut dengan lembaga perwakilan rakyat.
Kalau hal itu tidak terjadi, maka yang akan hadir adalah virus ketidakpedulian akan bermutasi menjadi virus “lepas tangan”, saling menyalahkan sesama mereka.
Kalau itu yang terjadi, maka dapat dipastikan pada akhirnya akan terjadi lagi mutasi virus baru di kalangan elite keuasaan Aceh, yaitu virus “cuci tangan”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/prof-dr-ahmad-humam-hamid.jpg)