Kupo Beungoh
Virus Mental, Virus Biologi, dan Nasib Rakyat (III-Habis)
Yang dikerjakan selama ini tidak lebih dari mengimbau dan kalau perlu memaksa rakyat untuk patuh kepada protokol Covid-19.
Dari beberapa kajian terakhir ilmuwan virologi, ditemukan bahwa Covid-19 mempunyai kemampuan mutasi yang tinggi yang membuat tingkat kesulitan pengendalian lebih tinggi.
Di Aceh, jangan sempat mutasi Covid-19 diimbangi oleh mutasi virus mental elite kekuasaan yang semakin menjadi-jadi.
Terlalu mahal harga yang harus dibayar oleh rakyat Aceh jika terlalu banyak virus mental buruk itu merajalela.
Richard Brodie membagi virus akal budi ini menjadi dua yaitu virus budaya (cultural viruses) yang merupakan virus yang muncul begitu saja dan virus perancang (designer viruses) virus yang sengaja dibuat oleh manusia.
Virus-virus perancang dan virus budaya sama-sama berpotensi menghancurkan segala kebahagiaan, meskipun bagi banyak orang hidup yang hancur karena bencana alam tidak terasa seburuk ditipu orang jahat.
Namun, tetap saja keduanya adalah virus. (*)
*) PENULIS adalah Sosiolog, Guru Besar Universitas Syiah Kuala
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/prof-dr-ahmad-humam-hamid.jpg)