Berita Luar Negeri
MUI Serukan Boikot Produk Prancis Sampai Presiden Macron Minta Maaf
Seruan itu disampaikan setelah mencermati dan memperhatikan sikap Emmanuel Macron yang tidak menghiraukan dan menggubris peringatan umat Islam.
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan kepada umat Islam untuk memboikot semua produk Perancis.
Boikot harus terus dilakukan sampai Presiden Perancis, Emmanuel Macron, meminta maaf kepada umat Islam.
Seruan itu disampaikan MUI setelah mencermati dan memperhatikan sikap Emmanuel Macron yang tidak menghiraukan dan menggubris sedikit pun peringatan umat Islam sedunia atas sikapnya yang dinilai menghina agama Islam dan Nabi Muhammad SAW.
”MUI menyatakan sikap dan mengimbau kepada umat Islam Indonesia dan dunia untuk memboikot semua produk yang berasal dari negara Perancis serta mendesak kepada pemerintah RI untuk melakukan tekanan dan peringatan keras kepada pemerintah Perancis," demikian keterangan resmi Dewan Pimpinan MUI yang diteken Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Anwar Abbas pada Jumat (30/10/2020).
Baca juga: Macron Tetap Teguh Bela Kebebasan Berekspresi, Charlie Hebdo Berhak Terbitkan Kartun Nabi Muhammad
Baca juga: Sosok Presiden Perancis Emmanuel Macron, Nikahi Nenek 67 Tahun hingga Hina Islam dan Nabi
Baca juga: Presiden Macron Sakiti Perasaan Umat Islam
Dalam pernyataan dan imbauannya itu, MUI juga meminta pemerintah mengambil kebijakan tegas untuk menarik sementara waktu Duta Besar Republik Indonesia di Paris hingga Presiden Emmanuel Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam.
MUI menegaskan, umat Islam Indonesia tidak ingin mencari musuh, umat Islam hanya ingin hidup berdampingan secara damai dan harmonis. Namun jika kepala negara Perancis tidak menginginkannya dan tidak mau mengembangkan sikap toleransi serta saling hormat menghormati, maka umat Islam terutama umat Islam Indonesia juga punya harga diri serta martabat. "Umat Islam siap membalas sikap dan tindakan (Presiden Perancis) dengan memboikot semua produk yang datang dari Perancis hingga Presiden Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam," ujarnya.
MUI juga menyerukan untuk menghentikan segala tindakan penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW. Termasuk menyeru menghentikan pembuatan karikatur Nabi Muhammad SAW dan ucapan kebencian dengan alasan apa pun.
Baca juga: Protes Ucapan Emmanuel Macron, 10 Ribu Orang Turun ke Jalanan Bangladesh, Produk Perancis Dibuang
Baca juga: Dunia Muslim Kecam Presiden Prancis, Erdogan Sebut Macron Telah Kehilangan Akal Sehat
Baca juga: Buntut Macron Dukung Penghinaan Nabi Muhammad SAW, Negara-negara Arab Mulai Baikot Produk Perancis
MUI mendukung sikap Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan anggotanya seperti Turki, Qatar, Kuwait, Pakistan, dan Bangladesh yang telah memboikot semua produk negara Perancis.
Selain itu MUI juga mendesak Mahkamah Uni Eropa segera mengambil tindakan dan hukuman kepada Perancis atas tindakan dan sikap Presiden Perancis yang telah menghina dan melecehkan Nabi Muhammad SAW.
"Diimbau agar semua khatib, dai, mubaligh, dan asatidz agar menyampaikan pesan materi khutbah Jumat untuk mengecam dan menolak terhadap penghinaan kepada Rasulullah Nabi Muhammad SAW," ujar Kiai Muhyiddin. Terakhir, MUI juga mengimbau umat Islam Indonesia agar kiranya dalam menyampaikan aspirasi hendaknya dilakukan secara damai dan beradab.
Pemerintah Indonesia sendiri melalui Kementerian Luar Negeri sebelumnya telah mengecam sikap Presiden Emmanuel Macron yang akan membiarkan penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW. Indonesia menilai Macron melukai perasaan dua miliar muslim dunia.
"Indonesia mengecam pernyataan Presiden Perancis yang tidak menghormati Islam dan komunitas Muslim di seluruh dunia. Pernyataan itu menyinggung lebih dari 2 miliar Muslim di seluruh dunia dan memicu perpecahan berbagai agama di dunia," demikian pernyataan Kemlu, Jumat (30/10).
Kemlu juga menegaskan bahwa kebebasan berekspresi seharusnya tak menodai kehormatan, kesucian, dan simbol agama.
"Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar dan demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia mendesak masyarakat global untuk mengedepankan persatuan dan toleransi beragama, terutama di tengah pandemi yang sedang berlangsung," tulis Kemlu melalui situs resminya.
Macron menjadi sorotan setelah menyatakan bahwa ia tak melarang Charlie Hebdo menerbitkan kartun Nabi Muhammad. Ia juga mengatakan Islam adalah "agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/palestina-memprotes-publikasi-kartun-nabi-muhammad.jpg)