Breaking News:

Salam

Corona Menurun, tapi Jangan Sampai Teledor  

Kasus infeksi virus Corona di Aceh menunjukkan angka‑angka yang menggembirakan. Dalam tiga pekan terakhir kasus baru

Editor: bakri
Dok Humas Pemerintah Aceh
Wakil Ketua Satgas Covid-19 Aceh, Dyah Erti Idawati didampingi pihak terkait, melakukan sosialisasi protokol kesehatan sekaligus membagi masker juga hand senitizer bagi pedagang serta pengunjung lokasi wisata Pasir Putih, Lhok Me, Aceh Besar, Minggu (1/11/2020). 

Kasus infeksi virus Corona di Aceh menunjukkan angka‑angka yang menggembirakan. Dalam tiga pekan terakhir kasus baru yang terkonfirmasi positif Covid‑19 kian menurun. Lebih menggembirakan lagi, jumlah pasien infeksi Corona yang sembuh meningkat. Sedangkan kasus‑kasus meninggal dunia juga menunjukkan kecenderungan menurun.

Menurut Juru Bicara Satgas Covid‑19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), pada periode 12 Oktober sampai 18 Oktober 2020, jumlah kasus konfirmasi positif Covid‑19 mencapai 784 orang, jumlah yang sembuh 839 orang, dan meninggal dunia sebanyak 24 orang.

Kemudian, dalam periode 19 Oktober sampai 25 Oktober 2020 jumlah kasus konfirmasi positif baru turun menjadi 661 orang, jumlah penderita yang sembuh mencapai 943 orang, dan  meninggal dunia turun menjadi 19 orang. Lantas, selama periode 26 Oktober sampai 1 November 2020, jumlah kasus konfirmasi positif Covid‑19 turun lagi menjadi 214 orang, jumlah pasien yang sembuh 430 orang, dan jumlah yang meninggal sama dengan minggu sebelumnya, yakni 19 orang.

"Angka‑angka di atas memberi harapan dan rasa optimisme bahwa masyarakat Aceh akan memenangkan pertarungan melawan pandemi Covid‑19. Mari terus berjuang dan berdoa agar kasus‑kasus konfirmasi baru tidak melonjak lagi," ujar SAG.

Kita bersyukur atas menurunnya angka‑angka korban infeksi virus Corona. Akan tetapi,

Presiden Joko Widodo meminta masyarakat waspada terhadap potensi munculnya pandemi Covid‑19 gelombang kedua seperti yang terjadi di sejumlah negara di Eropa. Ia meminta seluruh pihak berhati‑hati dan tidak teledor.

"Saya ingin menekankan sekali lagi hati‑hati karena ini di Eropa sudah muncul gelombang kedua yang naiknya sangat drastis sekali. Jadi, jangan sampai kita teledor, jangan kita kehilangan kewaspadaan sehingga kejadian itu terjadi di negara kita," kata Jokowi.

Jokowi menyebut, ada sejumlah negara di Eropa yang mengalami kenaikan angka Covid‑19 secara drastis, seperti Perancis, Inggris, Jerman, hingga Spanyol. Ia meminta hal itu menjadi perhatian bersama. "Ini agar menjadi perhatian kita semuanya dan kehati‑hatian kita semuanya," kata Jokowi.

Kita memang harus berhati‑hati dan tidak boleh teledor, mengingat hingga kini belum ada vaksin untuk mencegah tularan Covid‑19, Belum ada juga pengobatan khusus yang mampu secara nyata  menyembuhkan infeksi Corona. Para dokter dan ahli kesehatan hanya mengingatkan kita supaya  melakukan hal‑hal yang bisa menjaga agar tubuh kita tetap sehat dan membantu agar terhindar dari virus tersebut.

Dr Anthony Fauci, seorang pakar penyakit menular, mengatakan bahwa masyarakat bisa meningkatkan kemungkinan tidak terjangkit virus Corona dan virus lain, seperti flu, dengan cara sederhana. Yakni, rajin mencuci tangan, menjauhi orang yang batuk dan bersin‑bersin, serta tetap mengenakan masker saat beraktifitas di luar rumah.

Hal senada juga dianjurkan Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/WHO) meminta kita semua supaya tetap rajin mencuci tangan dengan sabun secara menyeluruh. Cara mencuci tangan yang benar, sesuai anjuran WHO adalah "Menggosok tangan dulu dengan air dan sabun atau hand‑sanitizer, kemudian dibersihkan bagian sela‑sela jari tangan di sisi bagian luar dan dalam, jangan lupa kanan dan kiri. Langkah kedua, bersihkan buku‑buku jari punggung tangan kanan dan kiri juga."

Jadi, sekali lagi, meski angka infeksi virus Corona di Aceh terus menurun, namun hal itu tidak boleh membuat kita semua lengah. Justru sebaliknya, hal itu harus menjadikan kita semua semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Harapan masyarakat tentu virus Corona segera enyah dari bumi ini agar kita semua dapat beraktivitas dengan kebiasaan baru. Kita menginginkan anak‑anak cepat kembali ke sekolah untuk belajar secara tatap muka dengan para gurunya karena sesungguhnya anak‑anak sudah jenuh berada di rumah selama delapan bulan. Maka, tetaplah pakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved