Minggu, 14 Juni 2026

Opini

Menunggu Kejatuhan Macron  

Akhir-akhir ini, media informasi kerap dipenuhi dengan wacana karikatur Nabi Muhammad Saw yang tengah menjadi polemik di negeri Eiffel

Tayang:
Editor: bakri
IST
Husni Mubarak, M.Ag, Sekretaris Karang Taruna Aceh Tamiang, Anggota Komunitas Menulis Pematik Chapter Aceh Tamiang 

Meniru Amerika

Ketika Iran membalas serangan Amerika dengan menyerang pangkalan militer Amerika di Irak, sebenarnya Amerika bisa saja membalas lagi sebagai pemicu peperangan. Meskipun di atas kertas, kekuatan tempur Amerika dianggap lebih hebat, namun itu bukanlah kondisi yang akan menguntungkan.

Sedikit banyak Amerika pasti sangat dirugikan jika peperangan sempat meletus. Kondisi seperti inilah yang membuat negeri Paman Sam lebih memilih mengakhiri ketegangan militer dengan pihak Iran. Menurut saya, meskipun saya tidak berpihak pada Amerika, namun itu adalah solusi cerdas secara politis.

Di masa damai seperti sekarang, peperangan sudah bertransformasi ke arah yang jauh berbeda. Bila dulu peperangan identik dengan senjata dan pembunuhan, saat ini peperangan lebih ideal dilakukan dalam bentuk nonfisik. Seperti peperangan pemikiran, peperangan teknologi, peperangan politik, dan masih banyak lagi.

Peperangan fisik jika dilakukan sekarang, maka sama artinya dengan mengibar bendera kekalahan. Mengapa demikian? Karena, persaingan saat ini bukan lagi soal ekspansi wilayah, tapi lebih bagaimana berpacu dalam prestasi dan diplomasi. Menang atau kalah, peperangan fisik akan menghancurkan keduanya, dan menyebabkan kemunduran suatu negara dari dalam.

Maka dari itu, Macron bisa mengikuti jejak Trump jika ingin mengamankan posisinya, bahkan menyelamatkan negaranya. Memang benar, menarik ludah yang jatuh adalah harga diri, tapi itu adalah bagian dari apa yang bisa dilakukan pelaku politik. Jika Marcon tidak mampu, maka kesimpulannya ada dua.

Pertama, ia harus memeriksa dirinya sebagaimana yang dipaparkan Presiden Turki Erdogan. Kedua, ada pihak lain di belakang Macron selaku pemangku kepentingan untuk terus memusuhi Islam. Menjadikan Marcon sebagai modus agar mereka memiliki alasan untuk terus menuduh Islam sebagai agama teroris. (husnimubarak296@gmail.com)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved