Berita Lhokseumawe
Hasil Uji Kebisingan PLTMG Arun Masih Misteri, DLH Sebut Sudah Keluar tapi Klaim belum Terima
"Hasil ujinya sudah ada, namun hasilnya belum dipresentasikan," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe, Dedi Irfansyah.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Saifullah
Laporan Saiful Bahri | hokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe, Dedi Irfansyah akhirnya angkat bicara terkait hasil dari uji tingkat getaran dan kebisingan pada mesin PLTMG Arun 2.
Secara khusus saat menghubungi Serambinews.com, Selasa (1/12/2020) sore, Dedi mengaku sampai saat ini hasilnya belum ada sama mereka, tapi masih di tangan tim Surveyor Indonesia.
"Hasil ujinya sudah ada, namun hasilnya belum dipresentasikan. Sesuai jadwal dari tim Surveyor Indonesia, maka presentasi akan berlangsung pekan kedua Januari 2021,” kata Dedi Irfansyah.
“Presentasi akan dilakukan di hadapan unsur Muspida dan tokoh masyarakat Meuria Paloh nantinya. Jadi dengan belum dipresentasikan, kita belum tahu apa hasilnya," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail A Manaf menyebutkan, saat tim melakukan uji kebisingan, dirinya ikut mendampingi tim Surveyor Indonesia.
Baca juga: Hasil Uji Kebisingan PLTMG 2 Arun Sudah Ada, Begini Penjelasan DLHK Lhokseumawe
Baca juga: Warga Tuntut DLK Lhokseumawe Publikasi Hasil Uji Kebisingan PLTMG 2 Arun
Baca juga: Ketua DPRK Lhokseumawe: DLK Diminta jangan Tutupi Hasil Uji Kebisingan PLTMG Arun 2
Saat itu, ungkap Ketua DPRK, dijanjikan paling lambat pada 18 November 2020, sudah ada hasil dan akan dipublikasikan.
Namun kenyataannya, papar Ismail, sampai saat ini, pihaknya belum mendapatkan laporan apa pun terkait hasil uji kebisingan tersebut.
"Jadi kita minta untuk segera dipublikasi, jangan terkesan ditutupi. Jangan menciptakan kondisi yang bisa menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, kenapa sudah dua pekan lebih dari waktu yang dijanjikan, belum juga dipublikasi hasilnya," tukas Ismail.
Hal yang hampir sama juga diutarakan Peutuha Peut Meuria Paloh, Muhammad MY. Ia menyatakan, sesuai yang dijanjikan saat tim turun untuk melakukan pengujian, kalau hasilnya akan keluar dua pekan kemudian.
Selanjutnya, hasil akan diberitahukan kepada tokoh masyarakat Meuria Paloh. "Namun sudah dua pekan lebih, kenapa hasilnya belum dipublikasi,” tanya Muhammad MY.
Baca juga: VIDEO - VIRAL 8 Tahun Sahabatan lalu Sepakat Menikah, Momen Ijab Kabul Berderai Air Mata
Baca juga: KPK tak Perkenankan Aceh Kelola JKA Secara Mandiri
Baca juga: Kemenkumham Aceh Dapat Penghargaan Sebagai Anggota JDIHN Terbaik dari Pusat
“Jadi kami warga menuntut agar segera dipublikasi hasil uji kebisingan dan getaran tersebut," tandas Peutuha Peut Meuria Paloh ini.
Untuk diketahui, pada 8-9 November 2020, DLH Kota Lhokseumawe bersama tim Surveyor Indonesia melakukan pengujian terhadap tingkat kebisingan dan getaran yang ditimbulkan oleh mesin PLTMG Arun 2 di Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.
Langkah ini dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat terkait kebisingan dan getaran yang ditimbulkan dari mesin PLTMG Arun 2 tersebut.(*)