Kesehatan Mata
Retinoblastoma, Kenali Binarnya untuk Menyelamatkan Jiwa Anak
Retinoblastoma dapat terjadi pada semua mata anak usia di bawah 5 tahun. Faktor genetik memegang peranan sebagai salah satu faktor penyebab.
Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Nasir Nurdin
SERAMBINEWS.COM
RETINOBLASTOMA merupakan penyakit keganasan yang paling sering terjadi pada mata anak di bawah usia 5 tahun. Angka kejadian Retinoblastoma sangat jarang meliputi 3% keganasan pada anak atau 1:15.000-18.000 kelahiran hidup. Diperkirakan 8.000 anak menderita Retinoblastoma setiap tahun di seluruh dunia. “Penyakit ini perlu mendapat perhatian oleh karena sebagaimana penyakit keganasan lainnya Retinoblastoma menyebabkan kematian,” kata dr. Eva Imelda M.Ked (Oph), SpM dari Divisi Pediatric Ophthalmology Ilmu Kesehatan Mata RSUDZA/FK Unsyiah yang secara khusus mengirimkan tulisannya untuk Serambinews.com.
Retinoblastoma merupakan tumor dengan angka kelangsungan hidup yang tinggi bila penyakit ini dikenal dan diterapi saat awal gejala muncul.
Bila tanda Retinoblastoma dikenal sejak dini dan mendapat penanganan yang sesuai yaitu 6 bulan sejak tanda penyakit muncul maka waktu yang dibutuhkan untuk pengobatan juga tidak berlangsung lama.
Di negara maju, angka kematian disebabkan Retinoblastoma yaitu 3 hingga 5%. Di negara berkembang termasuk Indonesia angka kematian masih tinggi (40%-70%). Hal ini disebabkan diagnosa dan penanganan yang terlambat sehingga tumor sudah masuk stadium lanjut dan bermetastasis.
Dengan angka kematian yang masih tinggi, hal ini menjadi catatan bagi semua elemen masyarakat untuk memperhatikan dan waspada terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
Terdapat beberapa penyakit dengan tanda yang mirip Retinoblastoma seperti katarak kongenital, retinopati prematuritas, glaukoma kongenital, penyakit coat, kelainan-kelainan pada retina, kelainan pembentukan kornea, kelainan pembentukan bagian depan bola mata, endoftalmitis dan lain-lain.
Baca juga: Ini Sederet Manfaat Kopi Bagi Kesehatan Tubuh, Membakar Lemak Hingga Cegah Alzheimer
Tanda tersebut yaitu berupa bintik putih di tengah mata hitam. Yang membedakan bintik putih penyakit-penyakit ini dari Retinoblastoma adalah pada Retinolastoma bintik putih di tengah mata hitam bersinar seperti mata kucing pada satu atau kedua belah mata.
Binar mata anak akan lebih jelas terlihat bila diberi cahaya dari sumber cahaya seperti senter atau saat difoto menggunakan flash.
Baik bintik putih pada Retinoblastoma maupun pada penyakit-penyakit lain sangat mudah dikenal oleh siapapun. Tanda ini dapat muncul pada anak usia berapapun di bawah 5 tahun.
Selain terdapat bintik putih yang bersinar seperti mata kucing, anak juga dapat terlihat juling, pandangan tidak fokus, mata merah dan kesakitan.
Baca juga: Selain Enak, Buah Durian Memiliki Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh, Simak Info Ini
Bila kondisi di atas tidak segera ditangani, sel-sel tumor terus berkembang maka mata anak akan menonjol dan perdarahan pada bola mata bahkan mungkin sel-sel tumor sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain seperti otak dan tulang.
Retinoblastoma dapat terjadi pada semua mata anak usia di bawah 5 tahun. Faktor genetik memegang peranan sebagai salah satu faktor penyebab (terdapat riwayat keluarga menderita tumor) dan dapat terjadi mutasi (perubahan sel normal menjadi sel yang tidak normal) sel-sel retina mata anak.
Beberapa teori mengemukakan tentang faktor-faktor penyebab terjadinya mutasi sel walaupun belum diketahui secara pasti.
Faktor-faktor seperti riwayat paparan radiasi, paparan bahan kimia seperti pestisida, bahan cat dan logam pada orang tua sebelum dan selama kehamilan dapat meningkatkan risiko mutasi sel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/eva.jpg)