Sabtu, 9 Mei 2026

Tips Kesehatan

Ini 12 Tips Aman dan Efektif Perawatan Kaki Diabetik bagi Penderita Diabetes

Risiko amputasi kaki bagi penderita diabetes dapat dicegah hingga 80 persen dengan tips perawatan diri & pemantauan diri tertentu, apa saja tipsnya?

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Ansari Hasyim
TribunCirebon.com
Ilustrasi luka diabetes 

SERAMBINEWS.COM - Penderita diabetes berisiko lebih tinggi mengalami ulserasi kaki dan nyeri kaki.

Kadar glukosa yang tinggi dalam tubuh menyebabkan perubahan neuropatik (kerusakan pada saraf) dan mikrovaskuler (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah), yang membuatnya rentan terhadap luka dan cedera.

Selain itu, karena aliran darah yang lebih sedikit di area kaki, penyembuhan luka menjadi tertunda, yang menyebabkan komplikasi lain.

Menurut sebuah penelitian, sekitar 15-25 persen penderita diabetes mengalami peningkatan risiko tukak kaki, yang dapat menyebabkan amputasi kaki.

Komplikasi diabetes lainnya seperti gangguan muskuloskeletal, vaskular, dermatologis, dan neurologis juga dapat meningkatkan risiko amputasi kaki bagian bawah.

Namun, risiko beberapa amputasi kaki dapat dicegah hingga 80 persen dengan tip perawatan diri dan pemantauan diri tertentu.

Baca juga: Kenali, 7 Cara Mudah Mengatasi dan Mencegah Diabetes Secara Alami

Berikut ini Serambinews.com akan membahas beberapa tips aman dan efektif untuk perawatan kaki diabetik, seperti mengutip Boldsky, Jumat (4/12/2020):

1. Menjaga Kebersihan

Tips perawatan kaki terpenting bagi penderita diabetes adalah memastikan kebersihan kaki dengan mencuci dan membersihkan secara teratur.

Cara ini bisa membantu mengurangi kerentanan kaki terhadap infeksi dan menjaganya tetap sehat.

Pastikan untuk mencuci, membilas dan mengeringkan kaki, beri perhatian khusus di antara jari-jari kaki.

2. Jaga agar Kaki Anda Tertutup

Luka membutuhkan waktu lama untuk sembuh bagi penderita diabetes.

Bahkan luka atau luka kecil dapat menyebabkan gangren, kondisi kulit yang ditandai dengan jaringan yang berubah warna dan hitam.

Kondisi ini terkadang berkembang menjadi nyeri kronis, gerakan berkurang, operasi kaki, dan kematian.

Oleh karena itu, disarankan untuk menutupi kaki Anda lebih sering.

Baca juga: Manfaat Labu Kuning bagi Penderita Diabetes: Bantu Kontrol Gula Darah

3. Lakukan Pemeriksaan Tutup Secara Teratur

Sebelum tidur, periksa kaki dengan saksama dan perhatikan tanda-tanda luka, luka, lecet, goresan, bengkak, atau masalah kaki lainnya yang dapat memperburuk komplikasi yang lebih besar.

Konsultasikan dengan ahli medis jika Anda melihat sesuatu, bahkan jika Anda menganggapnya kecil.

4. Kenakan Kaus Kaki Bersih

Berjalan tanpa alas kaki, bahkan di rumah, dapat meningkatkan risiko tukak kaki.

Lindungi kaki Anda dari segala jenis kerusakan dengan mengenakan kaus kaki. Pastikan kaus kaki yang dipakai bersih dan kering.

Jangan memakai kaus kaki yang sama dan berusaha menggantinya setiap hari.

Kenakan kaus kaki empuk berbasis pasar yang dirancang khusus untuk penderita diabetes.

Baca juga: Hindari Memperburuk Kondisi, 8 Gaya Hidup Sehat Ini Bisa Kontrol Diabetes

5. Gunakan Sepatu yang Nyaman

Pilih sepatu yang tepat yang nyaman dan tidak menyebabkan kapalan atau lecet.

Mengenakan sepatu yang ketat dapat meningkatkan risiko luka dan lecet karena ventilasi yang tidak tepat.

Disarankan untuk menyimpan setidaknya dua pasang sepatu dan menggantinya pada hari-hari bergantian.

Selain itu, pastikan untuk menghilangkan batu atau partikel kotoran sebelum memakainya.

6. Hindari Bantalan Pemanas

Menerapkan bantalan pemanas di kaki bisa efektif dalam mengurangi rasa sakit dan bengkak, tetapi paparan rutin terhadap terapi panas ini dapat menyebabkan mati rasa di area tersebut, mencegah kita mengetahui segala jenis cedera.

Hindari penggunaan biasa dan penggunaan kapan pun diperlukan.

7. Berhenti Merokok

Merokok memperburuk ulserasi kaki diabetik di semua tahap, baik itu pada tahap awal atau tahap penyembuhan.

Baca juga: 4 Khasiat Labu Kuning untuk Anti Diabetes

Dapat memperburuk neuropati otonom dan motorik serta sensorik perifer diabetik, yang merupakan penyebab utama terjadinya tukak kaki.

8. Lakukan Pemeriksaan Tepat Waktu

Diabetes memainkan peran patogenetik dalam penyakit jantung.

Menurut sebuah penelitian, prevalensi penyakit jantung lebih banyak pada penderita diabetes dibandingkan non penderita diabetes.

Jangan pernah melewatkan janji dengan dokter dan periksa kadar glukosa Anda setiap hari.

9. Pijat Kaki

Diabetes dapat menghambat regulasi termal di kaki dan menyebabkan perubahan persepsi dingin dan panas.

Selain itu, glukosa darah tinggi dapat meningkatkan kekakuan dan mengurangi elastisitas jaringan sehingga sulit untuk bergerak.

Baca juga: 10 Manfaat Luar Biasa dari Teh Kunyit untuk Kesehatan, Cegah Alzheimer hingga Obati Diabetes

Pijat kaki membantu menstimulasi keseimbangan dan meningkatkan relaksasi, sehingga mengurangi rasa sakit dan mengurangi risiko ulkus kaki. 

10. Gunakan Pelembab

Melembabkan kaki sama pentingnya dengan membersihkannya.

Gunakan pelembab yang kaya antioksidan dan Vitamin E karena dapat membantu mengurangi produksi radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel kulit.

Selain itu, jangan lupa untuk rutin melembabkan kaki dan mengoleskan foot cream setiap malam, bila perlu.

11. Rawat kuku kaki dengan hati-hati

Kuku kaki yang melengkung juga bisa menjadi penyebab umum sakit kaki di kalangan lansia.

Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan memotongnya pendek hanya jika sudah terlalu besar.

Saat menggunakan gunting kuku, berhati-hatilah dan gunakan hanya yang dirancang untuk kuku kaki, bukan kuku, karena gunting kuku lebih lebar dan membantu menghindari cedera.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Deretan Makanan dan Minuman Harus Dihindari Para Penderita Diabetes

Juga, pastikan untuk mengarsipkan kuku kaki Anda setelah memotongnya.

12. Jalan-jalan Ringan

Setiap Hari Otot kaki membutuhkan latihan harian untuk tetap berfungsi dalam waktu yang lebih lama.

Jalan kaki secara teratur membantu menjaga ligamen dan tendon tetap lentur dan juga memperkuat otot kaki. Ini dapat membantu mencegah risiko ulkus kaki dan komplikasi lainnya. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Baca juga berita menarik lainnya

Baca juga: VIRAL Curhat Gadis Batal Nikah Seminggu Mau Akad: Persiapan Sudah 80 Persen

Baca juga: Bocah 4 Tahun Diculik dan Diperkosa Tetangga di Selokan, Dipulangkan dengan Organ Vital Terinfeksi

Baca juga: Azan Diganti Ajakan Jihad, 7 Warga Minta Maaf dan Tak Menyangka Ganggu Kondusivitas Umat Beragama

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved