Pemilik Warung Soto Kaget Pemilik Kotak Amal Ternyata Teroris
Menurut AM, kotak amal tersebut belum lama dititipkan pelaku di warungnya. Baru tiga hari dititipkan, polisi sudah menyita.
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemilik warung soto di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, mengungkapkan jumlah uang di kotak amal milik terduga teroris Jamaah Islamiyah (JI) yang disita polisi.
AM, pemilik warung soto tersebut, mengatakan kotak amal itu belum terisi banyak uang."Cuma sekitar Rp 20 ribuan lah isinya," kata AM saat ditemui, Rabu (16/12/2020).
Menurut AM, kotak amal tersebut belum lama dititipkan pelaku di warungnya. Baru tiga hari dititipkan, polisi sudah menyita kotak amal itu dan menangkap pemiliknya.
"Memang (kotak amal) itu belum lama ditaruh di sini. Baru tiga hari, isinya juga dikit kan. Tahu-tahu baru tiga hari sudah diambil polisi," ujar dia.
Ia tak menyangka salah satu kotak amal yang diletakkan di meja pembeli adalah milik terduga teroris JI.
Baca juga: Mahfud MD: Sekelompok Teroris Muda Dilatih untuk Serang Pejabat VVIP, Saya Ada Foto Latihan
Baca juga: 23 Tersangka Teroris Jamaah Islamiyah Diterbangkan ke Jakarta untuk Ditahan di Sel Khusus
Baca juga: Penegak Hukum Terkemuka AS Nilai Gerakan Black Lives Matter Sebagai Kelompok Teroris
Pasalnya, pelaku merupakan salah satu pelanggan setia di warung soto tersebut."Nggak nyangka saya kalau dia itu ini lah (terduga teroris)," kata AM.
Menurut AM, pelaku juga berpenampilan seperti orang-orang pada umumnya. Penyitaan kotak amal itu terjadi pada November 2020. "Nggak ada yang aneh sama sekali. Ngomong pun juga biasa saja," ujar dia.
"Yang jelas (penyitaan kotak amal) itu bulan lalu hari Jumat, tanggalnya saya lupa. Harinya saya ingat karena itu habis Jumatan," kata AM.
Kotak amal yang "dititipkan" di rumah makan tersebut berbeda dengan kotak amal pada umumnya. Biasanya kotak amal yang disebar berbentuk kotak terbuat dari kaca dan aluminium.
Namun, di warung soto ini, kotak amal tersebut berbentuk seperti kaleng susu.Di kotak amal tersebut tertulis nama Lembaga Amil Zakat Abdurrahman bin Auf.
Baca juga: Satgas Tinombala Kepung Kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur
Baca juga: Ayah Tusuk Perut Bayinya yang Masih Usia 18 Bulan Dihukum 10 Tahun Penjara
Baca juga: Presiden Putin Perintahkan Latihan Militer Besar-besaran, Rusia Siap Hadapi Ancaman Serius Terorisme
Selain itu juga terdapat tulisan ajakan untuk bersedekah."Ringan beban hidup dengan bersedekah," demikian bunyi tulisan di kotak amal tersebut.
"Barang siapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya, hendaklah dia membantu (menyelesaikan) kesulitan orang lain."
Kepolisian RI membeberkan tipe yayasan yang terafiliasi dengan organisasi Jamaah Islamiyah yang kerap mencari dana melalui penyalahgunaan kotak amal.
Dana itu menjadi salah satu sumber operasional organisasi JI.Kadiv Humas Polri Argo Yuwono mengatakan kotak amal itu tersebar di seluruh daerah di Indonesia.Hal itu diketahui berdasarkan keterangan dari tersangka Fitria Sanjaya alias Acil.
"Ini berdasarkan keterangan tersangka Fitria Sanjaya alias Acil dari Yayasan Abdurrahman Bin Auf (ABA) tentang jumlah kotak amal yang ada," kata Argo, Kamis (17/12/2020).
Baca juga: Bohong Positif Covid-19, Pria Ini Bikin Perusahaannya Rugi Rp 1,4 M, Rekannya Dikarantina Sia-sia
Baca juga: Pakistan Klaim Memiliki Bukti Serangan Teroris Disponsori India
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/23-orang-terduga-teroris.jpg)