Breaking News:

Berita Aceh Besar

Kasus Ayah Kandung dan Paman Rudapaksa Anak Mulai Disidang, Ini Kata Ketua Mahkamah Syariyah Jantho

Mahkamah Syariyah Jantho mulai menggelar sidang perdana pemerkosaan (jinayat) terhadap anak kandung dibawah umur dengan terdakwa pelaku ayah kandung..

For Serambinews.com
Ketua Mahkamah Syariyah Jantho, Siti Salwa SHI MH. 

“Mungkin saksinya dihadirkan di bulan Januari 2021,” jawab Muhadir secara singkat.

Disebutkan, pada Senin (3/8/2020) sekira pukul 23.30 WIB malam dan pada hari Rabu (5/8/2020) sekira pukul 23.00 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Agustus 2020 bertempat di rumah terdakwa di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar dengan sengaja melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya yaitu anak korban sebut saja namanya Melati.

Perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa terhadap anak kandungnya yang sedang tidur di kamar rumah terdakwa.

Kemudian datang terdakwa menghampiri korban mengajak keluar dari dalam kamar dan duduk di ruangan televisi bersama dengan terdakwa.

Pada saat terdakwa dan korban yang tidak lain adalah anak kandungnya berada di ruangan nonton televisi tersebut, terdakwa langsung membuka baju dan celana yang digunakan oleh korban.

Setelah itu terdakwa juga membuka baju dan celana yang digunakan oleh terdakwa dan ini berulangkali dilakukan di hari yang berbeda. Sementara itu, tersangka lain juga merupakan paman kandung korban (abang ayah korban) melakukan pemerkosaan terhadap dirinya pada Selasa (4/8/2020) di kamar terdakwa.

Korban juga sempat diancam dibacok terdakwa apabila menolak ajakannya dan juga mengancam agar tidak mengatakan kepada ayah kandungnya terhadap perbuatan yang dilakukan terdakwa.

Kedua tersangka melakukan perbuatan biadapnya berulangkali. Tersangka ayang kandung korban melakukan pemerkosaan sebanyak dua kali, Sedangkan tersangka DP, yang merupakan paman korban melakukan  perbuatan pemerkosaan sebanyak lima kali.

Perbuatan biadap itu dilakukan setelah ibu korban meninggal dunia pada April tahun 2020 yang lalu.

Perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 49 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat dengan ancaman 16 tahun enam bulan penjara.(*)

Baca juga: Jelang Libur Tahun Baru, Aceh Tamiang tidak Perketat Perbatasan

Baca juga: Terdakwa Kasus Korupsi Proyek Septic Tank di Aceh Singkil Dituntut 8 Tahun Penjara

Baca juga: Polres Aceh Tengah Mulai Laksanakan Operasi Lilin 2020

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved