Senin, 27 April 2026

Ibadah Natal Berjalan Aman, Umat Kristiani Akui Toleransi Beragama di Aceh Tinggi

Bahkan ibadah Natal yang digelar pada Jumat (25/12/2020) kemarin di daerah mayoritas muslim itu tidak mengalami hambatan apapun.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Wikimedia Commons
Gereja Hati Kudus Banda Aceh. 

Kendati provinsi dengan mayoritas pemeluk Islam, kerukunan yang terbangun antara umat muslim dan non-muslim di Aceh berlangsung dengan tanpa adanya gesekan dan konflik akibat faktor agama.

Sesuai dengan fakta di lapangan, kehidupan masyarakat umat beragama di Aceh adem ayem, nyaris tidak ada konflik antar umat beragama.

Rasa toleransi antar sesama pemeluk agama terangkai dengan baik.

Fachrul Razi Akui Kerukunan Umat Beragama di Aceh

Selama kunjungan kerja di Provinsi Aceh dalam beberapa waktu lalu saat dirinya masih menjabat sebagai Menteri Agama, Fachrul Razi menyampaikan bahwa kerukunan umat beragama di Aceh telah terjalin dengan baik.

Hal itu disampaikan Fachrul Razi di beberapa lokasi kunjungannya di Serambi Mekkah pada 10 sampai 14 Desember 2020 lalu.

"Kerukunan bukan permasalahan lagi di Aceh. Sejak saya kecil tidak ada pergesekan kerukunan umat beragama," katanya.

Baca juga: 16 Tahun Tsunami Aceh - Saat Kawanan Burung Hitam Terbang dari Arah Laut

Baca juga: Puji Jam Malam, Trump Berjalan Santai dan Foto di Depan Gereja Bersejarah yang Dibakar Massa

Ia mengatakan, kini saatnya Aceh menebarkan nilai-nilai toleransi tersebut untuk daerah lainnya di Indonesia.

Menurutnya, kerukunan bisa diwujudkan jika masyarakat memiliki sifat rasa saling menghargai antar umat beragama.

"Semua pemeluk agama berhak dan seharusnya berpandangan bahwa agamanya adalah agama yang paling baik,”

“Namun sebaliknya setiap pemeluk agama juga harus menghargai hak pemeluk agama yang lain yang mereka juga memiliki pandangan yang sama bahwa agama yang mereka anut adalah yang paling baik dan benar," ujarnya.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Dukung Qanun Lembaga Keuangan Syariah Aceh, Ini Pernyataan Sikap & Dukungan Tokoh

Fachrul juga menjelaskan, tentang moderasi beragama di Indonesia.

Ia berpesan, moderasi beragama dapat mewujudkan kerukunan umat beragama.

"Moderasi beragama bukan agamanya yang dimoderatkan, melainkan cara kita beragama yang dimoderatkan," kata Fachrul. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Baca Juga Lainnya:

Baca juga: Nathalie Holscher Istri Sule Tengah Mengandung, Tunjukkan Tanda-tanda Ini di Balik Kehamilannya

Baca juga: Kisah Kehidupan Masa Lalu Sandiaga Uno: 13 Tahun Pacaran dengan Nur Asia, Tak Punya Mantan Kekasih

Baca juga: Erdogan Keluarkan Pernyataan Kontroversial, Sebut Turki Ingin Jalin Hubungan Baik dengan Israel

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved