Breaking News:

Tanah Bergerak di Aceh Besar

Fenomena Alam Tanah Bergerak Mencapai 1,5 Meter, Warga Lamkleng Tunggu Bantuan Tenda Pengungsian

Fenomena alam tanah bergerak membentuk Rekahan besar semakin meluas di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie...

SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Tim Prodi Teknik Geologi USK Banda Aceh, sedang selidiki penyebab tanah bergerak di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (13/01/2021). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Besar 

SERAMBINEWS.COM, JANTHO  -  Fenomena alam tanah bergerak membentuk Rekahan besar semakin meluas di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar. Kondisi saat ini, tanah turun mencapai kedalaman 1,5 meter dan warga diimbau agar tetap tingkatkan kewaspadaan.

"Saat ini dua KK telah mengungsi dan yang lain dalam persiapan untuk mengungsi, tetapi masih menunggu datangnya tenda, karena tenda baru tersedia satu buah," ujar Keuchick Lamkleng, Muhammad Fajri, kepada Serambinews.com, Sabtu (16/1/2021).

Kata dia, dua Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi berjumlah enam jiwa. Dan, diperkirakan bakal terancam 14 KK, makanya dibutuhkan 14 buah tenda pengungsian termasuk tenda untuk dapur umum.

Menurut dia, saat ini di lokasi tanah bergeser atau bergerak yang terus aktif itu, pihaknya sudah mengimbau warga agar tidak ada anak-anak dan orang dewasa melintas di lokasi itu, karena sangat berbahaya. di lokasi itu  juga sudah dipasang police line lain.

Namun, walaupun begitu ia tetap ingatkan agar sesama warga agar saling mengingatkan warga lainnya untuk tidak berada di kawasan tanah bergerak.

Seperti diketahui, Fenomena alam yang menyebabkan tanah bergerak berbentuk rengkahan yang terjadi sejak Minggu (10/01/2021) hingga saat ini  di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar

Fenomena alam tanah bergerak di Gampong Lamkleng yang dihuni 90 Kepala Keluarga (KK) dan 300 jiwa itu, mulai terlihat kerusakan pergeseran tanah pada Minggu (10/01/2021) hingga Rabu (13/01/2021) terus bergerak secara perlahan tanah membentuk rekahan besar mencapai 300 meter dengan lebar 200 meter terjadi pergeseran tanah yang tak jauh dari lokasi sungai terpaut sekitar 300 meter.(*)

Baca juga: Tempat Tongkrongan Baru di Jakarta, Kopi Aceh Karim Tawarkan Suasana Kedai Lama

Baca juga: BBG Adakan Sosialisasi Sinergitas Program Kerja 

Baca juga: Merasa Difitnah, Ketua Umum FORBA Laporkan Akun Facebook SM ke Polda Aceh

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved