Breaking News:

Lifestyle

10 Bentuk Olahraga Terbaik Untuk Penderita Diabetes, Ada yang Ringan dan Bisa dikerjakan di Rumah

Menurut sebuah penelitian, latihan intensitas rendah-sedang seperti menaiki tangga berpotensi memberi efek menguntungkan pada kadar glukosa pada pende

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi

SERAMBINEWS.COM - Bentuk latihan fisik atau olahraga terbaik bagi para penderita diabetes.

Bukan lagi rahasia, bahwa olahraga penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

Termasuk bagi penderita diabetes, olahahraga merupakan elemen kunci dalam mencegah dan mengelola penyakit ini.

Melansir Boldsky, ada banyak penelitian yang menyebutkan pentingnya olahraga secara teratur bagi para penderita diabetes.

Manfaatnya tidak hanya mengatur glukosa darah, tetapi juga dapat mengontrol kadar kolesterol.

Dengan demikian, komplikasi terkait diabetes seperti hipertensi atau kejadian kardiovaskular bisa dicegah.

Selain itu, melakukan olahraga secara rutin juga bisa membantu menurunkan berat badan bagi penderita diabetes,

Olahraga juga bermanfaat untuk menjaga fungsi semua organ seperti ginjal, hati dan jantung, yang berisiko lebih besar terkena akibat hiperglikemia.

Nah, berikut ini ada bentuk latihan fisik terbaik yang bisa dipraktekkan oleh para penderita diabetes.

Baca juga: Kayu Manis hingga Daun Temurui, Ini 14 Bumbu Dapur untuk Cegah dan Atasi Diabetes

Baca juga: 9 Tanda Seseorang Idap Penyakit Diabetes, Sering Pipis dan Merasa Haus serta Lapar

Diantara bentuk latihan ini ada yang cukup ringan dan bisa dikerjakan di rumah.

Yuk langsung saja, simak 10 bentuk latihan fisik atau olahraga terbaik bagi para penderita diabetes, sebagaimana dilansir dari Boldsky.

1. Jalan Cepat

Jalan cepat adalah olahraga intensitas rendah terbaik untuk penderita diabetes tipe 2.

Latihan fisik memiliki efek menurunkan glukosa dan mungkin juga secara positif mempengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang.

Jalan cepat juga dianggap sebagai cara yang baik untuk memulai aktivitas fisik pada penderita diabetes tipe 2 yang tidak banyak bergerak.

Selain itu, jalan kaki sedang tidak meningkatkan risiko ulkus kaki pada orang dengan neuropati perifer.

2. Berenang

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa olahraga renang bisa menjadi ameliorator ampuh untuk resistensi insulin, ciri utama bagi penderita diabetes tipe 2.

Ini dapat membantu meningkatkan fungsi untuk menggunakan dan menyerap glukosa secara efektif.

Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa resistensi insulin yang disebabkan oleh diet tinggi lemak pada penderita diabetes dapat diperbaiki dengan berenang selama delapan minggu.

Baca juga: 10 Tips Kesehatan untuk Mencegah Diabetes, Mulai Tidur Cukup dan Hindari Stres

Baca juga: 6 Pemanis Buatan untuk Membatasi Asupan Gula, Cocok untuk Penderita Diabetes

3. Menari

Menurut sebuah penelitian, menari dapat menjadi strategi yang efektif untuk melakukan aktivitas fisik dan mengontrol kadar glukosa darah.

Ini adalah salah satu bentuk aktivitas waktu senggang terbaik yang dapat merangsang emosi positif dan mendorong interaksi sosial, dan terlebih lagi, memungkinkan penderita diabetes untuk berbagi pengalaman pribadi mereka.

Selain itu, musik selama tarian diketahui memberikan efek menguntungkan pada fungsi kognitif.

Beberapa jenis tarian terbaik untuk penderita diabetes termasuk Zumba, tari Latin, dansa ballroom standar, dan tari aerobik.

4. Bersepeda

Bersepeda adalah salah satu bentuk latihan aerobik yang dapat menyebabkan penurunan kadar glukosa secara signifikan seiring dengan berat badan dan tekanan darah.

Bersepeda dianggap sebagai bentuk olahraga terbaik untuk penderita diabetes di bawah 40 tahun, mengingat fakta bahwa prevalensi diabetes di India di bawah usia 40 tahun hanya 35 persen.

Baca juga: Honda Jazz Seruduk Truk Tronton Sedang Parkir, Satu Pelajar Meninggal di Tempat

Karenanya, bersepeda disarankan sebagai bentuk aktivitas fisik terbaik dan mudah untuk mengelola serta mencegah diabetes.

Selain itu, mungkin lebih efektif bila dikombinasikan dengan perlawanan dan atau pelatihan gabungan. 

5. Pilates

Pilates adalah latihan berdampak rendah yang dapat membantu memperkuat otot seiring dengan peningkatan fleksibilitas dan keselarasan.

Diabetes cenderung menurunkan massa otot rangka dan menghalangi cara mereka menyimpan dan menggunakan glukosa.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa melakukan pilates selama 12 minggu, dapat membantu meningkatkan kadar glukosa pada wanita yang lebih tua dengan diabetes tipe 2 .

Praktikkan gerakan senam pilates dengan sesi selama 60 menit.

Lakukan olahraga ini tiga kali seminggu selama 12 minggu. 

Baca juga: Benarkah Jahe Bisa Bantu Turunkan Kadar Gula Darah dan Cegah Komplikasi Diabetes? Simak Faktanya

Baca juga: 14 Tips Kesehatan Sederhana dan Efektif untuk Cegah Diabetes

6. Menaiki Tangga

Gaya hidup yang sibuk dapat mengurangi aktivitas fisik pada penderita diabetes, yang sangat penting dalam pengelolaan kondisi jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup.

Menurut sebuah penelitian, latihan intensitas rendah-sedang seperti menaiki tangga berpotensi memberi efek menguntungkan pada kadar glukosa pada penderita diabetes.

Ini bisa menjadi latihan durasi pendek dan biaya rendah terbaik dengan efek yang menjanjikan pada kadar glukosa. 

7. Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga

Manajemen diri adalah komponen perawatan penting pada penderita diabetes.

Sebagian besar proses penatalaksanaan diabetes terjadi di dalam keluarga atau dikatakan lingkungan sosial.

Baca juga: Rumah Terbakar di Aceh Utara, Abang Masih Tertidur Saat Api Mulai Besar

Pekerjaan rumah tangga dianggap sebagai salah satu latihan dalam ruangan termudah untuk diabetes.

Membersihkan debu, mengepel, menyedot debu, dan mencuci pakaian dapat membantu memberikan manfaat yang sama seperti latihan di luar ruangan atau latihan olahraga yang berhubungan dengan gym. 

8. Latihan Ketahanan 

Latihan ketahanan dianjurkan setidaknya dua kali atau tiga kali seminggu (bersama dengan aerobik teratur) pada hari-hari yang tidak berurutan untuk penderita diabetes.

Ini membantu menjaga glukosa darah dan massa dan kekuatan otot.

Setiap sesi harus mencakup sekitar 5-10 latihan dengan fokus pada otot tubuh bagian atas, bawah, dan inti .

Seiring waktu, pelatihan akan berlanjut ke angkat beban yang lebih berat seperti dumbel.

Ingatlah untuk berkonsultasi dengan pelatih untuk latihan semacam itu untuk menghindari cedera.

9. Latihan Kekuatan

Latihan kekuatan bisa menjadi alternatif latihan ketahanan bagi penderita diabetes.

Ini dapat meningkatkan protein transporter glukosa dan reseptor insulin untuk tindakan insulin yang lebih baik pada otot rangka.

Baca juga: Bejat! Kakek 78 Tahun Rudapaksa 4 Bocah, Ketahuan Saat Jeritan Korban Keempat Terdengar Tetangga

Sebuah penelitian menyarankan untuk melakukan latihan kekuatan seperti push-up dan tricep dip selama 30 menit, tiga kali seminggu. 

- Pushup:

Seseorang dapat melakukan push-up dengan berbaring di lantai, dengan telungkup dan lengan di lantai.

Posisikan kaki dengan benar dan kencangkan perut.

Jaga punggung tetap lurus dan dorong tubuh ke atas dan ke bawah.

Ulangi latihan ini setidaknya 10 kali untuk hasil yang lebih baik.

- Triceps Dip Sit:

Latihan ini terutama difokuskan pada trisep, tetapi juga dapat membantu membangun kekuatan di bahu dan dada bila dilakukan secara teratur.

Anda bisa melakukannya dengan bantuan kursi.

Di tepi kursi, tekuk dari belakang dan letakkan tangan Anda di atasnya dengan bahu terbuka lebar.

Rentangkan kaki Anda dan geser ke depan perlahan.

Tekuk lengan Anda perlahan ke lantai lalu dorong punggung Anda. 

Baca juga: Manfaat Labu Kuning bagi Penderita Diabetes: Bantu Kontrol Gula Darah

Baca juga: Waspada! 5 Makanan Ini Haram bagi Penderita Diabetes, Jika Dimakan Berakibat Fatal

Baca juga: Ini 12 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Diabetes

10. Gabungan Aerobik dan Ketahanan

Baik latihan aerobik maupun ketahanan disarankan oleh para ahli untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar dalam mengontrol kadar glukosa darah, kemudian hanya dengan salah satu dari keduanya.

Sebuah studi mengatakan bahwa latihan gabungan dapat membantu meningkatkan massa tubuh tanpa lemak, memberikan kekuatan otot untuk metabolisme insulin yang lebih baik dan dengan demikian, meningkatkan diabetes.

Melakukan oleh raga secara rutin memang bisa membantu penderita diabetes mengontrol kadar gula darah serta mencegah komplikasi lainnya.

Namun perlu diingat, manfaat aktivitas fisik hanya akan terasa jika digabungkan dengan pola makan yang sehat.

Untuk itu, penting juga mengatur dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi. (Serambinews.com/Yeni Hardika)

Baca juga: Pelajar Didakwa di Muka Pengadilan Setelah Grepe-Grepe Anak Perempuan 12 Tahun di Sekolah

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved