Kesehatan
Lebih Baik Menyantap Makanan Panas atau Dingin? Mana Lebih Menyehatkan?
Sebelum mengonsumsi makanan, pentingkah mempertimbangkan suhu makanan terhadap kesehatan kita? Makanan apa yang lebih sehat, panas atau dingin?
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
Menurut Cancer Research Agency, minuman yang sangat panas (di atas 65 derajat) diklasifikasikan sebagai kemungkinan karsinogen atau zat yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker.
Baca juga: VIRAL Kakek Bawa Motor Ugal-Ugalan, Lepas Kedua Tangan Hingga di Tikungan Jalan
Meskipun kita mungkin berpikir bahwa rasa makanan tidak akan menjadikannya pilihan yang kurang lebih sehat, sangat penting untuk mengetahui cara menikmati makanan.
Selain kuantitas, nutrisi, atau penyerapannya, makanan juga banyak berkaitan dengan emosi dan kesejahteraan.
Bagaimana kita memilih opsi terbaik?
Dari semua keuntungan dan kerugian makanan panas atau dingin, sebaiknya pertimbangkan tips berikut ini untuk membuat pilihan yang lebih baik:
Baca juga: BERITA POPULER - Sosok Deva Istri Syekh Ali Jaber, Emas di Perut hingga Bocah 9 Tahun Ucap Syahadat
Baca juga: 6 Manfaat Jahe untuk Kesehatan jarang Diketahui, Sembuhkan Flu hingga Menurunkan Berat Badan
- Menggabungkan makanan panas dan dingin setiap kali makan.
- Kukus, panggang, atau tumis sayuran sebentar untuk meminimalkan kehilangan vitamin dan meningkatkan ketersediaan nutrisi.
- Masak daging, ikan, dan telur hingga matang dan makan segar atau panaskan kembali.
- Beberapa makanan perlu dimasak untuk menyerap nutrisi dengan lebih baik. Ini tidak berarti bahwa kita tidak bisa memakannya dingin.
Namun, pastikan untuk selalu menghormati kondisi optimal pengawetan dan ingat bahwa makanan hangat atau panas cenderung terasa lebih enak. (Serambinews.com/Firdha Ustin)
Baca juga berita lainnya
Baca juga: Korban Tanah Bergerak di Lamkleng Minta Dipindahkan ke Tempat Aman, Alami Pergeseran Tiap Hari
Baca juga: Kronologi Suami Bunuh Istri Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Pelaku Ditangkap
Baca juga: Suami Talak Istri dari Pesan WhatsApp Karena Jarak, Sahkah Talaknya ? Simak Penjelasan Buya Yahya