Internasional
Dunia Kutuk Kudeta Militer di Myanmar
Amerika Serikat memimpin pemerintah di seluruh dunia dalam menyerukan pemulihan demokrasi, seusai kudeta militer di Myanmar.
“Kami telah mencatat perkembangan di Myanmar dengan sangat memprihatinkan," kata Kementerian Luar Negeri India
"India selalu teguh dalam mendukung proses transisi demokrasi di Myanmar," ujarnya.
"Kami percaya bahwa aturan hukum dan proses demokrasi harus ditegakkan," harap Kemlu India
Baca juga: AS Siap Jatuhkan Sanksi ke Junta Militer Myanmar
Kementerian Luar Negeri Singapura menyatakan keprihatinan besar tentang situasi terbaru di Myanmar.
Dia menambahkan harapan bahwa semua pihak akan menahan diri.
Menteri luar negeri Indonesia juga menyatakan keprihatinan sambil juga mendesak semuapihak menahan diri.
Namun juru bicara kepresidenan Filipina, Harry Roque mengatakan situasinya adalah masalah internal.
“Kami mengutuk perkembangan Myanmar hari ini," kata Kementerian Luar Negeri Norwegia. Bob Rae.
"Kami mendesak para pemimpin militer untuk mematuhi norma-norma demokrasi dan menghormati hasil pemilu,” tambahnya.
Duta besar Kanada untuk PBB meminta militer Myanmar menulis Konstitusi dengan cara ini sehingga mereka dapat melakukan ini.
"Konstitusi 2008 secara khusus dirancang untuk memastikan kekuatan militer tertanam kuat dan terlindungi," katanya.
Baca juga: Aung San Suu Kyi Desak Warga Myanmar Berontak Melawan Kudeta Militer
“Perhatian utama kami adalah keselamatan orang-orang kami, katanya.
"Angkatan bersenjata kami siap siaga jika kami perlu mengangkut mere(*)_ka serta kapal angkatan laut untuk memulangkan mereka jika perlu," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/demo-di-luar-kantor-kedutaan-myanmar-atas-penahanan-aung-san-suu-kyi.jpg)