Breaking News:

Berita Nasional

Penyidik KPK Dipolisikan PPMK Gara-gara Cuitan di Twitter, Dituduh Sebarkan Hoaks dan Provokasi

Laporan PPMK tersebut terkait dengan cuitan Novel Baswedan di Twitter atas meninggalnya Ustaz Maaher At Thuwailibi di Rutan Bareskrim.

Editor: Saifullah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Aksi saling lapor terkait cuitan di media sosial (medsos) kembali terjadi.

Kali ini, giliran penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan yang dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK).

Laporan PPMK tersebut terkait dengan cuitan Novel Baswedan di Twitter atas meninggalnya Ustaz Maaher At Thuwailibi di Rutan Bareskrim.

Dalam laporannya, PPMK menuding Novel Baswedan telah melakukan penyebaran ujaran berita bohong (hoaks) dan provokasi melalui media sosial.

Khususnya terkait kematian Ustaz Maaher At-Thuwailibi di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (8/2/2021) lalu.

"Dia telah lakukan cuitan di Twitter dan telah kami duga melakukan ujaran hoaks dan provokasi," ujar Wakil Ketua Umum PPMK, Joko Priyoski di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Bupati Aceh Besar Resmikan PAM Simas Layeun, Juga Singgung Soal Gampong Wajib Sediakan Tempat Sampah

Rapat Kerja dengan Menteri ATR/BPN, Senator Aceh Fachrul Razi Minta Tanah Kombatan Tuntas Tahun ini

Beredar WA Penipuan Catut Nama Tim Haji Uma, Minta Uang & Tawarkan Jasa Keluar Masuk Malaysia

Dia menuding Novel Baswedan telah Pasal 14 15 UU 1946 dan UU ITE Pasal 45 A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 UU 18 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008.

Dia meminta Novel dipanggil atas cuitannya tersebut. "Jadi kami minta Bareskrim untuk memanggil saudara Novel Baswedan untuk melakukan klarifikasi atas cuitan tersebut," jelasnya.

Tak hanya itu, Joko juga ingin menyeret laporan tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia menuding Novel Baswedan tidak berhak untuk berkomentar terkait kasus meninggalnya Ustaz Maaher At-Thuwailibi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved