Jumat, 10 April 2026

Berita Kutaraja

Pegiat Medsos Ini Kritik Pemerintah dengan Papan Bunga Ucapan Selamat, Begini Penuturannya

Nah, metode terakhir itu diterapkan salah seorang aktivis dan juga pegiat media sosial (medsos) di Aceh, Syakya Meirizal.

Penulis: Subur Dani | Editor: Saifullah
KOMPAS.COM/TEUKU UMAR
Papan bunga ucapan selamat kepada Pemerintah Aceh sebagai bentuk sindiran kegagalan Pemerintah Aceh dalam menurunkan angka kemiskinan di Aceh tertinggi di Sumatera sejak beberapa tahun terakhir ini. Papan bunga terpasang sejak Rabu (17/02/2021) di depan kantor Gubernur Aceh sepanjang Jalan Teuku Nyak Arief. 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ada beragam cara dilakukan untuk melakukan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Mulai dari aksi unjuk rasa, mengirimkan petisi, hingga lewat papan bunga ucapan selamat.

Nah, metode terakhir itu diterapkan salah seorang aktivis dan juga pegiat media sosial (medsos) di Aceh, Syakya Meirizal.

Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) ini melancarkan kritikan kepada Pemerintah Aceh atas 'prestasi' provinsi termiskin di Sumatera lewat papan bunga.

Seperti diketahui, sekitar 10 papan bunga berisikan ucapan "Selamat Aceh Menjadi Provinsi Termiskin se-Sumatera", sejak pagi Rabu (17/2/2021), berjejer di depan Kantor Gubernur Aceh.

Amatan Serambinews.com, papan bunga yang mengatasnamakan beberapa pengirim itu dipasang di trotoar Jalan T Nyak Arif, menghadap ke Gedung Banda Aceh Convention Hall Banda Aceh. Posisinya pas di depan Kantor Gubernur Aceh.

Baca juga: Realisasi Vaksinasi Covid-19 di Aceh Singkil Capai 97 Persen

Baca juga: Berkas Kasus Oknum Dokter Selundupkan Miras dari Medan Jelang Tahun Baru Dilimpahkan ke Kejaksaan

Baca juga: FTK UIN Ar-Raniry Luluskan 489 Mahasiswa S1, Dekan Sampaikan Pesan Pelajaran dari Imam Syafi’i

Usut punya usut, sepuluh papan bunga tersebut dikirim oleh Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO), Syakya Meirizal, salah satu aktivis dan pegiat media sosial di Aceh.

Kepada Serambinews.com, Syakya Meirizal mengakui, bahwa papan bunga itu dikirim olehnya, tapi tidak atas nama MPO. "Bukan atas nama MPO tapi saya (pribadi) dan beberapa teman," kata Syakya.

Dia menyebutkan, papan bunga itu adalah bentuk kritik sosial yang dia sampaikan kepada Pemerintah Aceh atas rilis angka kemiskinan di Aceh.

"Itu kritik sosial, itu bagian dari hak konstitusi dan hak demokrasi warga negara untuk menyampaikan pendapat di depan umum. Caranya tidak melalui orasi tapi dengan media papan bunga," jelasnya.

Syakya pun menyatakan, ketika rilis data BPS pada Maret 2020 yang menempatkan Aceh turun satu peringkat dengan penduduk termiskin, Pemerintah Aceh saat itu memasang baliho dan menyampaikan itu kepada masyarakat.

Baca juga: Petugas PLN Meninggal Kesetrum saat Bersihkan Ranting yang menjuntai ke Kabel, Begini Kejadiannya

Baca juga: Warga Samalanga Urus KTP ke Simpang Mamplam, Camat dan Apdesi Jalin Kerja Sama dengan Disdukcapil

Baca juga: Hari Ini, Kembali Terpantau Tiga Titik Panas di Aceh, Ini Lokasinya

"Nah hari ini, ketika tidak bisa mempertahankan itu, ya kita kritik," tukasnya. Dia juga menyebutkan, sebenarnya survei BPS pada Maret 2020 saat itu, sebenarnya Aceh bukan berhasil menurunkan angka kemiskinan.

"Kalau kita baca data yang Maret itu, jumlah angka kemiskinan sebenarnya bertambah 5 ribu," ulasnya. "

Kenapa saat itu peringkat turun, karena angka kemiskinan di Bengkulu naik lebih tinggi dari Aceh. Jadi bukan angka kemiskinannya turun tapi peringkatnya yang turun," pungkas Syakya.

Fenomena baru
Kritikan terhadap pemerintah lewat papan bunga memang jarang terjadi dan menjadi fenomena baru.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved