Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Jembatan Ambruk di Kaloy Ternyata Proyek Dana Desa, Begini Penjelasan Camat Tamiang Hulu

Jembatan yang hancur akibat hantaman banjir di Dusun Tanjungmulia, Kampung Kaloy, Tamiang Hulu ternyata proyek yang bersumber anggaran dari dana desa.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Kondisi jembatan di Kaloy, Aceh Tamiang yang hancur akibat banjir. Belakangan diketahui anggaran jembatan yang dibangun tahun 2019 ini bersumber dari dana desa. 

“Melihat kerusakan, tidak bisa diperbaiki, harus dibangun baru. Tapi untuk sementara bisa dibuatkan jembatan darurat yang lebih kokoh,” ulasnya.

Sebelumnya, warga sekitar mengatakan, insiden hancurnya jembatan ini terjadi ketika kawasan yang berada di tepi Sungai Tamiang itu dilanda banjir pada Oktober 2020.

Baca juga: Fakultas Saintek UIN Yudisium 75 Lulusan

Baca juga: Estonia Khawatirkan Cengkeraman China Atas Negaranya

Baca juga: Selama Ini Jadi Idola, Penangkapan Kapolsek Astana Anyar Usai Nyabu Kagetkan Banyak Warga

Debit air sungai yang naik menggerus tebing sungai yang dijadikan pondasi jembatan tersebut.

“Kejadiannya malam, sekitar bulan sepuluh (Oktober 2020). Waktu itu, air sungai sedang tinggi,” kata Lukman Hakim, warga yang rumahnya persis di depan jembatan, Rabu (17/2/2021).

Dia mengatakan, ambruknya jembatan itu diawali beberapa kali suara derit besi. Tak lama kemudian, warga dikejutkan dengan suara gemuruh yang cukup keras.

“Suaranya kuat, untung ketika itu tidak ada orang sedang jalan di atas jembatan,” ujar Lukman Hakim.

Lukman dan warga lainnya tak menyangka, jembatan yang menjadi akses vital itu ambruk dengan kerusakan yang sangat parah.

Baca juga: BPBD Nagan Raya Larang Pekebun Bakar Lahan, Saat Ini Cuaca Panas

Baca juga: Lobi Aceh ke Pusat Belum Efektif, Tanggapan Pakar Hukum Terkait Rencana Pilkada Serentak

Baca juga: CPNS 2021 - Formasi CPNS 2021 Bagi Lulusan SMA/SMK Sederajat, Seberapa Besar Peluangnya?

Sebab, beber dia, jembatan tersebut baru selesai dikerjakan pada 2019. “Pas setahun, kami ingat diselesaikan malam takbiran 2019, dan ambruknya tak lama setelah lebaran 2020,” ujarnya.

Saat ini, warga sudah membangun jembatan darurat yang posisinya persis di samping jembatan roboh itu. Namun jembatan yang terbuat dari papan ini sangat sederhana dan dikhawatirkan tidak kuat menopang beban berat.

“Ini saja sudah tiga kali diperbaiki, karena yang lewat bukan cuma orang, tapi juga kereta (sepeda motor). Kami ya berharap ada perhatian,” tukas Maulana, warga lainnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved