Berita Abdya
IMM Pertanyakan Kejelasan Pencairan Beasiswa Kurang Mampu dan Prestasi, Ini Penjelasan Sekda Abdya
IMM Aceh Barat Daya (Abdya) mempertanyakan kejelasan percairan beasiswa kurang mampu dan prestasi yang hingga saat ini belum terealisasi.
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Saifullah
Laporan Rahmat Saputra | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh Barat Daya (Abdya) mempertanyakan kejelasan percairan beasiswa kurang mampu dan prestasi yang hingga saat ini belum terealisasi.
Ketua PC IMM Abdya, Abdul Janan mengaku, prihatin terkait belum dicairkannya beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dan berprestasi tersebut.
Sementara, tidak sedikit mahasiswa Abdya yang mengharapkan pencairan beasiswa itu untuk keperluan kebutuhan kuliah, terlebih dalam masa pandemi Covid-19 ini.
“Kami meminta pemerintah segera mencairkan beasiswa kurang mampu dan prestasi yang dilakukan seleksi pada November 2020 lalu,” ujar Ketua PC IMM Abdya, Abdul Janan kepada Serambinews.com melalui pers rilisnya, Rabu (24/2/2021).
Menurut Abdul Janan, karena kehadiran dan program beasiswa mahasiswa prestasi dan kurang mampu itu, sangat membantu para mahasiswa di tengah pendemi Covid-19 melanda dunia.
Baca juga: Ini Perkembangan Hasil Pantauan Titik Panas di Aceh Dalam Dua Hari Terakhir
Baca juga: Nakes Dilarang Layani Warga Jika tak Punya Sertifikat Vaksinasi Covid-19, Begini Penjelasan Kadinkes
Baca juga: Legend Sigupai Menang Telak atas Rahila FC, Udin Kallon Sumbang Satu Gol
“Sayangnya, hingga sekarang belum juga terealisasi beasiswa membuat para calon penerima bertanya-tanya,” cetusnya.
Padahal, lanjutnya, Pemkab Abdya telah berkomitmen untuk menyalurkan beasiswa berprestasi dan kurang mampu untuk mahasiswa itu pada awal 2021.
Bahkan pada 1 Februari 2021 lalu, pihaknya telah beraudiensi dengan Sekda Abdya, Drs Thamrin terkait pencairan beasiswa dimaksud.
“Kata Sekda waktu itu, semua berkas beasiswa sudah masuk dan saat ini sedang diverifikasi. Yang sulit dan terkendala adalah verifikasi faktual penerima beasiswa kurang mampu,” katanya.
Meski begitu, Abdul Janan menilai, penjelasan itu belum memuaskan hati para mahasiswa. Untuk itu, ia meminta ada jawaban konkrit, apakah anggaran beasiswa tersebut masih tersedia atau sudah tidak ada lgi.
Baca juga: Zona Kuning Meluas di Aceh, Kasus Baru Covid-19 Bertambah 26 Orang
Baca juga: 1.426 Vial Vaksin Sinovac Tahap II Tiba di Kota Langsa, Hari Ini Didistribusikan ke Puskesmas dan RS
Baca juga: Jadwal Keberangkat Umrah Pimpinan Balai dan Dayah Teladan Lhokseumawe Bergeser, Ini Penjelasan DSI
Masih proses verifikasi
Sementara itu, Sekda Abdya, Drs Thamrin saat dikonfirmasi Serambinews.com mengatakan, bahwa pencairan beasiswa itu akan dilakukan setelah adanya hasil verifikasi dari tim. “Mungkin dalam beberapa minggu ke depan sudah rampung,” ujar Sekda.
Menurutnya, kendala yang dialami oleh tim adalah jumlah calon penerima sangatlah banyak, sehingga harus dilakukan verifikasi faktual dan dilakukan perangkingan, sehingga jumlah penerima sesuai dengan anggaran yang tersedia.
“Penerima beasiswa ini kan Rp 1 juta per orang. Kalau dengan anggaran yang tersedia, maka untuk Rp 1 miliar bagi 1.000 calon penerima," urai dia.
"Sementara berkas yang masuk melebihi 2.000 orang, sehingga harus dilakukan perangkingan terlebih dahulu,” terangnya.
Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Aceh Capai 9.513 Orang, Ada Tambahan Kasus Baru 26 Orang, Ini Rinciannya
Baca juga: PDAM Putus Sambungan Ratusan Pelanggan
Baca juga: Ini Langkah Strategis Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Mewujudkan Agar Aceh Zero Accident