Sosok Nurdin Abdullah, Satu-satunya Bupati dan Gubernur yang Bergelar Profesor
KPK dikabarkan menangkap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah pada Sabtu, (27/2/2021) dini hari.
Proses pengangkatan SYL sebagai profesor masih berkutat pada Senat Universitas Unhas.
“Masih di tim khusus senat untuk memverifikasi usulan tersebut,” kata dosen Fakultas Hukum Unhas, Hasrul.
Baca juga: Saat Dikunjungi Abang Kandungnya, Wanita Setengah Baya dari Aceh Tamiang Ini Sudah Meninggal 7 Hari
Nurdin Abdullah: Prof Bukan Nama Jalan
Menurut Nurdin Abdullah, gelar profesor itu karya bukan nama jalan.
Sekali seseorang menjadi profesor, sampai kapanpun akan dipanggil "Prof".
Bagi Nurdin Abdullah, gelar profesor lebih melekat ketimbang bupati dan gubernur (kepala daerah).
Menurutnya, bupati atau gubernur setelah masa jabatannya habis tidak lagi dipanggil sebagai Pak Bupati atau Gubernur.
"Kalau bupati ada masanya, tapi kalau profesor sampai kapan pun tetap Prof. Sampai kapan pun saya tetap Prof. Sama dengan jenderal-jenderal, sudah pensiun masih dipanggil ‘Siap Jenderal," kata Nurdin Abdullah menjelaskan.
Dia menilai, profesor bukan soal gelar, tapi karya.
Meski dia punya gelar, tapi tidak punya karya dan menyusahkan masyarakat, lebih bagus tidak punya titel.
Gelar bagi Nurdin Abdullah adalah perilaku.
Dia mengibaratkan gelar bangsawan bagi orang yang tidak bangsawan, akan menjadi bangsawan kalau perilakunya bagus, tutur katanya pun bagus.
"Kalau pun kita punya gelar Andi Muhammad Karaeng dan sebagainya, tapi perilakunya tidak baik itu pasti dipertanyakan jangan-jangan kw2 kw3 (palsu) kan, gitu," ujarnya.
Kritikan Pengamat
Sebelumnya, pengajar ilmu pemerintahan pada Universitas Muhammadiyah Makassar ( Unismuh) Luhur A Priyanto, mengritik gelar profesor yang masih melekat pada nama Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/gubernur-sulawesi-selatan-nurdin-abdullah-ditangkap-kpk.jpg)