Setelah Temuan Mutasi virus SARS-CoV-2 B117, Satgas Semakin Perketat Pintu Masuk Indonesia

Upaya itu dilakukan menyusul temuan mutasi virus SARS-CoV-2 B117 yang sudah terdeteksi di Indonesia.

The Los Angeles Times
Perawat April McFarland (kiri) dan Tiffany Robbins menempatkan jasad korban Covid-19 ke dalam bungkusan putih dan menutupnya di Providence Holy Cross Medical Center di Mission Hills, California, AS, Rabu (24/2/2021). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memperketat protokol kesehatan di akses pintu masuk bandara dan pelabuhan guna memantau kedatangan orang dari luar ke dalam negeri.

Upaya itu dilakukan menyusul temuan mutasi virus SARS-CoV-2 B117 yang sudah terdeteksi di Indonesia.

"Saat ini pemerintah telah melakukan surveilans kedatangan dari luar negeri untuk mencegah masuknya strain virus corona baru di pintu masuk Indonesia," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/3/2021).

Pengetatan protokol kesehatan di pintu masuk Indonesia itu juga dilakukan guna mengantisipasi sebaran virus mutasi covid-19 lainnya seperti yang berasal dari Brasil, Afrika Selatan, hingga Denmark.

Baca juga: KPK Sita Uang Tunai di Rumah Nurdin Abdullah, Selidiki Dugaan Aliran Uang ke Parpol Pendukung

Baca juga: Bos Minta Ditemani Mandi, 2 Wanita Sekretaris Pribadi Digerayangi, Korban Pasrah Pelaku Bawa Keris

Baca juga: 4 Orang Tewas Terpanggang Akibat Rumah Dibakar Pria Ini, Pelaku Juga Aniaya 3 Orang hingga Terluka

Namun Wiku tak merinci secara detail seberapa ketat kontrol protokol kesehatan di titik-titik pintu masuk Indonesia itu. Ia hanya mengimbau agar sekuruh masyarakat mampu berkolaborasi dengan pemerintah untuk sama-sama mencegah meluasnya temuan dua kasus varian virus SARS-CoV-2 B117 di Indonesia.

Selain itu, Wiku mengaku pihaknya bersama beberapa kementerian/lembaga terkait tengah menindaklanjuti temuan dua kasus itu dengan teknik pencarian strain virus melalui metode Whole Genome Sequence (WGS).

"Kementerian dan lembaga, bersama satgas akan terus melakukan monitoring dan evaluasi implementasi di lapangan," kata Wiku.

Pernyataan Wiku itu sekaligus merespons temuan mutasi virus baru corona yang sempat disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono pada Selasa (2/3) sing tadi. Dante mengaku temuan itu bari dilaporkan Senin (1/3) malam kemarin.

Baca juga: HAM Media Internasional Ajukan Pengaduan ke Jaksa Jerman, Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Baca juga: Polisi Kembali ke Lokasi Ledakan di Lhong Raya, Tiga Saksi Dimintai Keterangannya

Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi Tujuh Pejabat Senior Rusia, Dalang Meracuni Pemimpin Oposisi Alexei Navalny

Temuan itu didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap 462 sampel dengan metode WGS. Lima provinsi yang paling banyak diambil sampel adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Adapun mutasi virus SARS-CoV-2 B117 dikhawatirkan berpotensi memperburuk kondisi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Para ahli sebelumnya khwatir dengan temuan itu akan membuat rumah sakit kelebihan kapasitas perawatan pasien Covid-19.(tribun network/yud/dod)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved