Berita Banda Aceh

Cara Manfaatkan Subsidi Asuransi Padi, Hanya Bayar Rp 36 Ribu/Hektare, Puso Diganti Rp 6 Juta/Ha

Bahkan untuk tahun 2021 ini sisa 20 persen lagi juga ditanggung Pemerintah Aceh, sehingga gratis bagi petani. 

Penulis: Herianto | Editor: Mursal Ismail
ANTARA/AMPELSA
Petani menunjukan tanaman padi berumur sekitar dua bulan yang mati akibat kekeringan di Desa Glee Jay, Aceh Besar, Selasa (2/3/2021). 

Info lebih lanjut terkait asuransi padi ini, bisa ditanyakan ke penyuluh pertanian atau ke pihak dinas pertanian di masing-masing kabupaten/kota. 

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRA, Irpanusir, SAg, mengatakan belajar dari pengalaman tahun 2019 dan tahun 2021 ini, untuk sawah tadah hujan sering kekeringan, bahkan puso. 

Oleh karena itu, petani diharapkan agar memanfaatkan program asuransi usaha tani padi.

"Program itu perlu digalakkan kembali oleh kelompok tani kecamatan.

Ketika terjadi bencana kekeringan, petani tidak dirugikan, biaya olah sawah, bibit dan pembelian pupuknya, akan diganti melalui pembayaran klaim asuransi tani," kata Irpanusir.

Inpanusir melanjutkan, petani yang masuk asuransi, ketika tanaman padinya tidak bisa dipanen atau puso, pihak asuransi PT Jasindo, akan membayarnya dalam bentuk uang.

Untuk satu hektare tanaman padi yang puso, maka akan diganti  Rp 6 juta.

Sedangkan pembayaran premi asuransinya pada awal tanam padi hanya berkisar Rp 36 ribu per hektare (20 persen).

Sedangkan 80 persen lagi atau Rp 180 ribu per hektare ditanggung atau disubsidi pemerintah pusat. 

Baca juga: Terkait Ratusan Petani di Abdya tidak Masuk e-RDKK, Ini Saran Kepala Dinas Pertanian 

1.774 hektare tanaman padi di Aceh kekeringan

Seperti diberitakan Serambinews.com sebelumnya, Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Perkebunan (BPTPHP) Aceh, Zulfadli SP, MP, menyebutkan areal sawah petani yang sudah terkena bencana kekeringan. 

Menurutnya, hingga 3 Maret 2021, luas tanaman padi di Aceh yang sudah kekeringan mencapai 1.744 hektare (Ha) yang tersebar di tujuh daerah.

Ketujuh daerah itu, yakni Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Jaya,  dan Sabang.

Zulfadli menyampaikan hal ini ketika menjawab Serambinews.com, Kamis (4/3/2021). 

“Dari tujuh daerah tersebut, paling luas terkena sementara ini adalah Aceh Besar, yaitu mencapai 1.121 hektare,” kata Zulfadli. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved