Breaking News:

Kupi Beungoh

Aroma Rempah Dalam Tradisi Meugang di Aceh

Mak Meugang sendiri berasal dari kata Mat yang dalam bahasa Aceh memiliki arti pegang atau memegang yang sudah menjadi tradisi orang Aceh

FOR SERAMBINEWS.COM
Yudi Andika dan Tim Seksi permuseuman dan pelestarian cagar budaya (PCB) Disbudpar Aceh 

Maksudnya ialah hari tersebut merupakan hari pertama bagi umat muslim berpegang sebagai permulaan dalam berpuasa dan dirayakan dengan cara memasak daging sapi atau kerbau.

Tradisi ini dimulai sejak masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda. Pada saat itu sehari sebelum Ramadhan Sultan Iskandar Muda melakukan penyembelihan sapi dalam jumlah banyak dan diberikan kepada para fakir miskin, janda, dan orang-orang yang tidak dapat mencari nafkah karena cacat atau lumpuh.

Baca juga: Selangkah Lagi, Singkil Bersinar di Mata Dunia

Pelaksanaan Meugang ini juga diatur dalam sebuah qanun yaitu Qanun Meukuta Alam Al-Asyi atau disebut juga sebagai Undang-Undang Kesultanan Aceh.

Meugang berlangsung tiga kali dalam setahun yaitu Meugang Puasa (menjelang Puasa), Meugang Uroe Raya (sebelum hari Raya Idul Fitri) dan Meugang Haji (sebelum hari raya Idul Adha) dan biasanya berlangsung selama dua hari.  

Meugang memang bukan sebuah kewajiban, hanya saja dianggap tidak lengkap dan tidak sah apabila memulai puasa tanpa menikmati daging Meugang.

Pada hari itu anggota keluarga yang merantau ikut berkumpul sehingga menjadikan momen Meugang sebagai hari yang ditunggu-tunggu, akan tetapi terasa begitu pilu apabila ada anggota keluarga yang tidak dapat berkumpul.

Tidak penting seberapa banyak daging yang dibawa pulang, sedikit saja sudah cukup asalkan semua anggota keluarga bisa berkumpul dan mencicipi daging Meugang olahan ibunda tercinta.

Pada hari biasa kita hanya melihat beberapa tempat khusus saja yang menjual daging sapi atau lembu. Tetapi berbeda dengan hari Meugang yang mana setiap tempat akan kita temui penjual daging.

Bukan hal aneh bila di seluruh bahu jalan di daerah Aceh pada hari Meugang dipenuhi dengan para pembeli yang berkerumun untuk memilih daging terbaik dan kemudian dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Kebiasaan orang Aceh begitu memeriahkan hari-hari besar umat Islam sehingga pada hari Meugang tersebut semua orang akan sibuk berbelanja berbagai bahan masakan untuk mengolah daging Meugang.

Baca juga: Persedian Daging Meugang Ramadhan di Aceh Besar Aman, 4.570 Ekor Siap Disembelih

Halaman
1234
Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved