Seleksi Timnas
Jadi Tuan Rumah Seleksi Timnas, Iwan Setiawan: PSSI Aceh Ukir Sejarah
Dalam seleksi timnas seleksi itu, Iwan Setiawan bersama pelatih PPLP Aceh, Saiful Imran dan Samani juga berperan.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Keputusan Asprov PSSI Aceh menjadi tuan rumah seleksi timnas U-16 dan U-19 ternyata mendapat apresiasi.
Apresiasi tersebut datang dari mantan arsitek Timnas Indonesia Junior tahun 2004-2005, Iwan Setiawan.
Pelatih berlisensi KNVB–PSSI Belanda– asal Sabang itu secara terbuka mengungkapkan, seleksi pemain timnas di Aceh menjadi prestasi bagi PSSI Aceh.
Karena, selama ini, anak-anak Tanah Rencong harus pergi ke kota lain untuk menguji kemampuan.
Namun, kali ini, anak-anak Aceh bisa tampil di depan publik sendiri tanpa perlu pergi ke daerah lain.
“Ini suatu prestasi terbaik. PSSI Aceh mampu mencetak sejarah dengan tampil sebagai tuan rumah seleksi timnas. Seleksi ini untuk pertama kalinya digelar di Aceh,” ungkap mantan arsitek Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Persibom Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara kepada Serambinews, Sabtu (10/4/2021).
Sebagaimana diketahui, mantan bintang Arseto Solo itu adalah pemilik Certificaat Koninklijke Nederlandse Voetbalbond Academie dari KNVB, Royal Netherlands Football Association.
Dengan lisensi itu, Iwan Setiawan dapat melatih tim manapun di Liga Indonesia.
Dalam seleksi timnas seleksi itu, Iwan Setiawan bersama pelatih PPLP Aceh, Saiful Imran dan Samani juga berperan.
Sementara tim pemandu bakat dari PSSI Pusat, Rully Nere dan Markus Harison Hihirina.
Keberhasilan menjadi tuan rumah seleksi timnas untuk pertama kali semakin memperpanjang prestasi dari PSSI Aceh.
Sebelumnya, PSSI Aceh mampu mengantarkan cabang sepakbola untuk kembali lolos ke arena PON.
Padahal, pada dua kali perhelatan PON baik di Riau 2012 dan Jawa Barat 2016 gagal lolos.
PSSI Aceh di bawah Nazir Adam bukan hanya sebatas lolos ke PON 2021 di Papua.
Tapi, Aceh kembali berhasil merebut medali emas cabang sepakbola Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) tahun 2019 di Bengkulu.
Dalam partai final, Aceh menang atas tuan rumah Bengkulu lewat gol tunggal Akhirul Wahdan.
Prestasi itu mengulang pencapaian saat Porwil 1999 di Jambi, dan 1996 di Aceh.
Sebelumnya, Aceh juga diberi kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggaraan pelatih berlisensi C.
Dari kegiatan itu, kini Aceh sudah memiliki 23 pelatih berlisensi C.
Baca juga: Pandemi Covid-19 tak Halangi Jamaah Shalat Tarawih Sesaki MRB, Membludak Hingga Marmer Terakhir
Baca juga: Anak Penjual Es Krim Infaqkan Seluruh Uang Celengan Selama Setahun untuk Pembangunan Masjid Taqwa
Baca juga: Pemuda Libya Kembangkan Tanaman Hidroponik, Atasi Kesulitan Petani Tradisional di Gurun
Baca juga: KPK Gagal Amankan Barang Bukti, Operasi Penggeledahan Diduga Bocor
Pantau Talenta Anak Aceh
Tim pemandu bakat, Rully Nere dan Markus Harison Hihirina memantau talenta anak Aceh dalam seleksi pemain timnas di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Sabtu (10/4/2021).
Seleksi itu untuk menjaring pemain yang akan dipersiapkan mengikuti berbagai kejuaraan baik di Piala AFF, Piala Asia, maupun Piala Dunia.
Ajang untuk melihat kemampuan ratusan pemain muda itu juga dihadiri Ketua Umum PSSI Aceh, Nazir Adam SE MM, dan pelatih tim sepakbola PON Aceh, Fakhri Husaini.
Sebagaimana diketahui, Rully Nere merupakan legenda Persipura Jayapura.
Sedangkan Markus Harison adalah mantan kiper timnas Indonesia.
Kecuali itu, Markus merupakan mantan kiper Persiraja di kompetisi divisi I PSSI tahun 2003.
Saat itu, Persiraja diasuh Ahmad Ipong Silalahi (almarhum) dan Anwar.
Usai seleksi, Rully Nere meminta kepada semua pemain untuk berbangga.
Karena, mereka datang ke Stadion Lampineung mewakili klub, daerah, orang tua, dan juga pribadi.
“Kalian sudah berusaha untuk memberi yang terbaik. Tapi, yang paling utama, anak-anak harus berbangga karena punya kesempatan untuk ikut seleksi timnas,” sebut mantan pelatih PSPS Pekanbaru itu.
Markus Horison mengatakan, seleksi calon pemain timnas usia muda tersebut digelar 16 tempat di seluruh Indonesia.
Selain di Aceh, seleksi juga dilaksanakan di Riau, Kalimantan, dan juga Maluku.
"Untuk pemain dipilih, tidak ada pembatasan kuota. Seperti di Aceh, kalau ada 60 pemain yang terpilih, mereka akan diikutsertakan ke seleksi tingkat nasional," kata Markus Horison.
Untuk seleksi tingkat nasional, kata Markus Horison, akan dipilih 30 pemain yang selanjutnya menjadi pemain yang merupakan kerangka timnas. Jadi, seleksi pemain untuk timnas U-16 ini berlangsung ketat.
Baca juga: FK-Unaya Serahkan 48 Dokter Muda ke RSUD Meuraxa Banda Aceh
Baca juga: PBNU Bolehkan Shalat Tarawih di Masjid Asal Taat Protokol Kesehatan
Baca juga: Perseteruan Memanas, McGregor Beri Jawaban Menyebalkan Saat Ditagih Uang Donasi oleh Dustin Poirier
Baca juga: Umumnya Warga Meulaboh Mulai Laksanakan Shalat Tarawih, Sebagian Masih Ragu
"Khusus pemain U-16 ini dipersiapkan untuk timnas pada kejuaraan Piala AFF, Agustus mendatang di Indonesia serta Piala Dunia. Sedangkan U-19 untuk Piala Dunia dan Piala Asia,” kata Markus.
Seleksi ini juga diikuti oleh puluhan pemain dari Sumatera Utara (Sumut).
Ketua PSSI Aceh, Nazir Adam mengapresiasi PSSI Pusat mempercayakan Aceh sebagai tempat seleksi calon pemain timnas.
Seleksi calon pemain timnas ini merupakan yang pertama di Aceh.
"Seleksi di Aceh ini atas permintaan kami. Awalnya, seleksi dilaksanakan di Padang, Sumatera Barat. Setelah melihat jumlah pemain dari Aceh yang hendak mengikuti seleksi lebih dari 100 orang, maka kami minta kepada PSSI Pusat agar seleksi di Aceh. Dan PSSI meresponnya," kata Nazir Adam.
Nazir mengatakan, pihaknya meminta PSSI kabupaten/kota dan klub anggota Asprov PSSI Aceh mengirim maksimal lima pemain terbaik.
Pengiriman peserta seleksi disertai rekomendasi klub dan PSSI kabupaten/kota.
"Dalam seleksi ini, tidak ada pemain tanpa rekomendasi. Semua harus dengan rekomendasi PSSI kabupaten/kota. Kami menyerahkan sepenuhnya proses seleksi dari tim pelatih PSSI Pusat," ungkapnya.
Nazir menyebutkan, keputusan meminta tuan rumah agar pemain Aceh tidak mengalami kesulitan saat berangkat ke Padang.
Di mana mereka harus memiliki dana untuk tiket pulang-pergi, penginapan, dan konsumsi selama di Padang.
Dan tak kalah penting, pemain juga harus menyediakan dana untuk menjalani rapid antigen ketika naik pesawat terbang.
“Kita ingin anak-anak Aceh mendapat kemudahan ketika mengikuti seleksi timnas. Mereka jangan terbebani karena persoalan dana. Keputusan kita agar seleksi di Aceh, semata untuk membantu pemain kita,” pungkasnya.(*)
Baca juga: VIDEO - Puluhan Migran Seberangi Sungai Rio Grande untuk Masuk ke AS
Baca juga: VIDEO Penjelasan Shalat Tarawih 8 dan 20 Rakaat dan Sejarahnya, Simak Ulasan Ulama Aceh Masrul Aidi
Baca juga: VIDEO Niat Puasa dan Tata Cara Puasa Ramadhan, Simak Penjelasan Ulama Aceh Tgk Faisal Ali
Baca juga: VIDEO Serikat Pekerja di Aceh Minta Pembayaran THR Tidak Dicicil
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/seleksi-timnas-di-aceh.jpg)